PKL Tempati Shelter Rejomulyo

235
SEPI – Para pedagang kaki lima di kuliner Rejomulyo terminal lama Kota Magelang pascarelokasi kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
SEPI – Para pedagang kaki lima di kuliner Rejomulyo terminal lama Kota Magelang pascarelokasi kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
SEPI – Para pedagang kaki lima di kuliner Rejomulyo terminal lama Kota Magelang pascarelokasi kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Sejumlah 22 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ikhlas dan Jalan Letjen Suprapto, telah direlokasi oleh Dinas Pengelola Pasar (DPP) Kota Magelang. Mereka pindah ke shelter Rejomulyo di terminal lama kota, di Magersari, Selasa, (27/1) sore lalu. Penataan itu dilakukan untuk mensterilkan jalan protokol dari pedagang agar kota lebih tertata.

Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Kota Magelang, Joko Budiono mengaku dengan penataan PKL dapat mendukung destinasti wisata Gunung Tidar yang kerap dikunjungi wisatawan dari luar daerah. Sehingga jika para wisatawan butuh sesuatu, akan mudah menemukan beragam kuliner yang disediakan.

“Ada 6 shelter yang kami sediakan untuk 12 PKL. Terbagi dalam dua sif, 6 jualan malam dan 6 jualan siang hari. Untuk sisanya ditempatkan ke sentra ekonomi Lembah Tidar di bekas pasar penampungan namun belum difasilitasi shelter. Prinsipnya, diberi tempat dulu,” katanya, Rabu, (28/1) kemarin.

Dia beralasan, 10 PKL yang belum difasilitasi sheter karena masih perlu dikaji. “Kira-kira kalau dikasih shelter gimana prospeknya, mengganggu atau tidak? Intinya kami koordinasi dulu dengan dinas terkait untuk hal itu,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Penataan dan Pemberdayaan DPP Kota Magelang, Marjinugroho menambahkan, pihaknya telah memprioritaskan shelter kepada pedagang yang sudah lama berjualan, dan yang belum menempati shelter adalah penjual baru. “Mereka (PKL Jalan Letjen Suprapto, Red) boleh pasang lapak nonpermanen,” urainya. (put/lis)