MUGASSARI – Sebanyak 94 kasus Demam Berdarah (DB) dengan dua kasus kematian akibat DB terjadi di Januari 2015 ini. Karena itulah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mengingatkan masyarakat untuk waspada dan selalu menerapkan hidup bersih sehat.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Widoyono mengatakan bahwa salah satu penyebabnya adalah semakin merebaknya penyakit DB yang dikarenakan anomali cuaca. Kondisi tersebut sangat rentan mewabahnya penyakit DB.

”Karena curah hujan tinggi, masyarakat harus waspada. Terutama di bulan Februari dan Maret yang merupakan puncak musim penghujan. Sementara itu, nyamuk penyebab penyakit tersebut persebarannya juga tinggi saat musim-musim seperti ini,” ujar Widoyono kepada Radar Semarang, Rabu (28/1) kemarin.

Sementara itu, berdasarkan data dari Dinkes Kota Semarang, sepanjang tahun 2014 kemarin sebanyak 1.628 kasus penderita DB dengan kematian 27 kasus. Widoyono menjelaskan, pihaknya terus mengupayakan berbagai program untuk menekan angka kasus DB di Kota Semarang pada tahun 2015 ini.

”Salah satunya dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk. Hal ini, dikarenakan pemberantasan melalui fogging kurang efektif. Sebab fogging hanya membunuh nyamuk dewasa serta menimbulkan polutan dari sisa pengasapan,” kata Widoyono.
Terpisah, Humas Rumah Sakit (RS) Elisabeth Semarang, Probowatie Tjondronegoro mengatakan bahwa hingga hari ini jumlah pasien DB di RS Elisabeth sudah mencapai 74 pasien, namun 54 di antaranya sudah pulang. Sedangkan 20 orang pasien masih dalam perawatan intensif oleh pihak RS.

”Yang melatarbelakangi di antaranya juga karena musim. Saat memasuki musim penghujan seperti ini, jumlah kasus penderita DBD pasti tinggi. Dalam hal ini, seharusnya pemerintah harus lebih gencar menyosialisasi ke masyarakat, khususnya di Kota Semarang agar lebih menjaga kebersihan lingkungannya,” kata Probo.

Dikatakan dia, jumlah tersebut meningkat dibandingkan pada Desember tahun 2014 yang mencapai 35 pasien. Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti ini mayoritas menyerang pada usia anak-anak.

Probo mengimbau kepada masyarakat untuk menerapkan tiga M yakni menguras bak kamar mandi, mengubur barang bekas serta menutup tempat penampungan air. Dikatakannya, dalam hal ini masyarakat diminta waspada jika terdapat anggota keluarganya yang sakit panas. ”Segera ditindaklanjuti dan diperiksakan ke dokter terdekat,” imbaunya. (ewb/ida/ce1)