Operasi Pekat, Polres Jaring 47 Orang

114
RUTIN RAZIA : Satuan Sabhara Polres Pekalongan Kota rutin melakukan operasi pekat dan berhasil menjaring 47 orang di jalanan yang diduga preman. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
RUTIN RAZIA : Satuan Sabhara Polres Pekalongan Kota rutin melakukan operasi pekat dan berhasil menjaring 47 orang di jalanan yang diduga preman. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
RUTIN RAZIA : Satuan Sabhara Polres Pekalongan Kota rutin melakukan operasi pekat dan berhasil menjaring 47 orang di jalanan yang diduga preman. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Sebanyak 47 orang terjaring razia Satuan Sabhara Polres Pekalongan Kota yang digelar dari awal tahun hingga Selasa (27/1) kemarin. Menyusul banyaknya aksi premanisme yang terjadi di Kota Pekalongan.

“Operasi tersebut untuk menekan tingginya angka kriminalitas di Kota Pekalongan. Namun dari jumlah 47 orang itu, kami tidak menemukan ada yang membawa senjata tajam atau obat terlarang. Tapi ada enam orang yang membawa minuman keras (miras),” kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Suliatiawan melalui Kasat Sabhara Polres Pekalongan Kota, AKP Guritno.

Razia tersebut telah dilakukan sebanyak tiga tahapan. Yakni, pada Kamis (15/1) terjaring 26 orang. Kamis (22/1) terjaring 6 orang dan Selasa (27/1) terjaring 15 orang. “Kami akan terus melakukan razia. Targetnya adalah membuat masyarakat merasa aman dan nyaman. Selain itu, kami ingin menunjukkan bahwa kami berada di tengah masyarakat,” kata dia.

Sedangkan razia pada Selasa (27/1) kemarin, katanya, pihaknya berhasil menjaring di Terminal Pekalongan, Kecamatan Tirto dan sekitar wilayah Pusri. “Sebab ada indikasi kejahatan yang selama ini diawali anak-anak di jalanan. Beberapa laporang yang masuk, banyak pengamen yang meminta-minta secara paksa,” ujar dia.

‎Selain itu, imbuhnya, ada laporan dari masyarakat yang mengeluhkan pengamen membaret mobil yang tidak memberikan uang. “Beberapa pengendara mobil melaporkan mobilnya dibaret. Kalau sudah begini, kami harus melakukan pembinaan sosial,” jelas dia.

Tahapannya, kata dia, semua pelaku akan didata dan kemudian diserahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Pekalongan. “Mereka akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan (Tipiring),” jelas dia.

Pengamen yang tertangkap adalah Suwarno, warga Ponolawen. Dia mengaku tidak berbuat kesalahan, namun dibawa ke Mapolres Pekalongan Kota. “Saya biasa mengamen, baru keluar dari rumah. Sudah digiring ke sini, apes banget,” keluh dia.
Suwarno dan sejumlah teman-temannya mengaku tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum. “Saya bukan perampok atau maling, cuma mengamen biasa di terminal,” sesalnya. (han/ida)