KONTROVERSI: Berniat pindah ke DKI Jakarta, atlet asal Salatiga ‘digondeli’ PASI Jateng, sehingga dia terancam gagal berlaga di PON 2016 mendatang. (DOK/RASE)
KONTROVERSI: Berniat pindah ke DKI Jakarta, atlet asal Salatiga ‘digondeli’ PASI Jateng, sehingga dia terancam gagal berlaga di PON 2016 mendatang. (DOK/RASE)
KONTROVERSI: Berniat pindah ke DKI Jakarta, atlet asal Salatiga ‘digondeli’ PASI Jateng, sehingga dia terancam gagal berlaga di PON 2016 mendatang. (DOK/RASE)

SEMARANG – Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jawa Tengah tetap mendaftarkan pelari Triyaningsih untuk menghadapi babak kualifikasi PON 2016 meskipun berkas pengajuan kepindahannya ke DKI Jakarta sedang diproses Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (Baori) untuk disidangkan.

Peraih tiga medali emas pada SEA Games 2011 tersebut dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan atletik Jatim Open, 18-22 Maret mendatang di Surabaya yang juga digunakan untuk ajang Pra-PON. “Tri (panggilan akrab Triyaningsih) tetap kami daftarkan di tim Pra-PON Jateng meskipun yang bersangkutan mengajukan pindah dan berkasnya sudah masuk ek Baori,” kata Ketua Harian Pengprov PASI Jateng Rumini.

Selain Triyaningsih, kata dia, Jateng juga mendaftarkan sprinter putri asal Solo Trias Murtiningsih yang diklaim Jawa Barat sebagai atletnya, bahkan yang bersangkutan juga sudah tampil pada Porprov Jabar. “Kami akan mempertahankannya. Kalau dibiarkan, bisa habis atlet-atlet andalan kita. Sesuai aturan PB PASI jika ada atlet yang didaftarkan dua provinsi maka yang bersangkutan bisa berstatus ‘under protest’ dan tidak bisa tampil. Kami akan ‘tegel-tegelan’,” kata mantan atlet sapta lomba nasional tersebut.

Terkait dengan pelari Suryo Agung Wibowo, Rumini menjamin bahwa yang bersangkutan tetap di Jateng. Hanya yang bersangkutan absen di Jatim Open. Suryo Agung menyatakan kesediaannya tampil pada Jateng Open, Mei mendatang. Ajang ini juga digunakan induk organisasi olahraga atletik di Tanah Air sebagai babak kualifikasi PON.

Ia menambahkan, menghadapi Pra-PON, para atlet menjalani latihan di daerahnya masing-masing di antaranya di Semarang, Blora, Salatiga, Magelang, dan Surakarta. Pada babak kualifikasi tersebut, kata dia, Jateng bertekad meloloskan atlet sebanyak-banyaknya supaya memiliki peluang meraih medali emas pada pesta olahraga multieven empat tahunan di Jabar mendatang.

Ia mengakui pada PON di Jawa Barat mendatang, Jawa Tengah masih mengandalkan nomor-nomor lari jarak menengah, jauh, maraton, tolak, dan lempar. “Kita juga terus mengasah atlet di nomor jalan cepat yang dulu menjadi andalan Jawa Tengah,” katanya. (smu)