Tiga Emas Masih Target Realistis

165
KENANGAN MANIS – Tim bulutangkis beregu putra Jateng pada upacara pengalungan medali setelah merebut medali emas PON 2012 lalu di Pekanbaru, Riau, bersama Wakil Ketua KONI Jateng Sukahar (tengah). (ISMU P/RADAR SEMARANG)
KENANGAN MANIS – Tim bulutangkis beregu putra Jateng pada upacara pengalungan medali setelah merebut medali emas PON 2012 lalu di Pekanbaru, Riau, bersama Wakil Ketua KONI Jateng Sukahar (tengah). (ISMU P/RADAR SEMARANG)
KENANGAN MANIS – Tim bulutangkis beregu putra Jateng pada upacara pengalungan medali setelah merebut medali emas PON 2012 lalu di Pekanbaru, Riau, bersama Wakil Ketua KONI Jateng Sukahar (tengah). (ISMU P/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Bulutangkis Jawa Tengah juga mencatat sukses dengan merebut gelar juara umum pada PON 2012 lalu di Riau. Di mana Jateng meraih tiga dari tujuh emas yang diperebutkan. Tiga emas Jateng diperoleh dari beregu putra, tunggal putra perorangan dan ganda putra perorangan. Empat medali emas tersisa dibagi rata DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Tapi di PON XIX/2016 mendatang di Jabar, PBSI Jateng tampaknya kurang percaya diri. Pengprov PBSI Jateng hanya mengincar dua medali emas. Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah HM Anwari ketika dihubungi dari Semarang, Selasa, mengatakan, target dua medali emas tersebut merupakan capaian yang realistis dengan melihat persaingan yang ada sekarang ini. “Pesaing kita masih sama seperti pada PON-PON sebelumnya yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta karena mereka juga memiliki pebulu tangkis nasional,” katanya menegaskan.

Ia menyebutkan, dua medali emas tersebut diharapkan dari nomor ganda campuran dan ganda putra. Pada nomor ganda campuran, kata dia, Jawa Tengah masih memiliki pasangan Tontowi Ahmad-Debby Susanto, kemudian di ganda putra ada Mohammad Ahsan-Afiat Yuris Wirawan.

Anwari mengatakan, sebenarnya di nomor lain seperti tunggal putra dan ganda putri, Jateng juga memiliki peluang untuk merebut medali emas pada PON mendatang. Di nomor tunggal putra, pada PON 2012 Jateng mencatat kejutan. Pebulutangkis tunggal putra Jateng Shesar Hiren membuat kejutan dengan merebut emas tunggal putra perorangan setelah mengalahkan pebulutangkis top Tommy Sugiarto (DKI Jakarta) di semi final dan menekuk tunggal utama yang sebenarnya lebih diunggulkan Jateng Hayom Rumbaka di final. Namun saat ini Shesar tenggelam. Prestasi fenomenalnya di PON 2012 tak berlanjut dengan prestasi-prestasi berikutnya.

“Ya, untuk tunggal putra dan ganda putri kita masih punya peluang. Jadi sebenarnya tiga medali emas atau mempertahankan prestasi PON 2012 sebenarnya masih cukup realistis. Kita akan terus genjot para atlet kita di pelatda,” tandasnya.

Soal batasan umur pemain yang bisa tampil pada pesta olahraga multieven empat tahunan di Jabar mendatang, dia mengatakan, sampai kini dirinya belum mendengar ada batasan umur sehingga pebulu tangkis senior yang dimiliki Jateng dimasukkan dalam program pelatda. Pada pelatda PON 2016, menurut dia, Jawa Tengah memasukkan 16 pemain yang terdiri atas delapan putra dan delapan putri. (smu)