Suka Peran Antagonis

143
ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG
ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG
ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG

AWALNYA hanya iseng terjun di dunia entertainment, tapi justru membuat Dian Karisma Sari ketagihan. Bahkan kini Dian – sapaan akrabnya- mengaku serius terjun menjadi aktris film dan sinetron. Dara cantik kelahiran Mojokerto, 7 Juni 1991 ini mengaku awalnya iseng ikut dalam program reality show Take Me Out yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional.

”Dulu saya besar di reality show. Setelah itu, saya mendapatkan tawaran menjadi model video klip Raffi Ahmad. Kemudian banyak tawaran untuk bermain film di layar kaca,” katanya kepada Radar Semarang.

Jalan terjal sempat dialami saat ia ingin berkarir di dunia entertain. Ia pernah menjadi pemain figuran yang hanya numpang lewat saat syuting film berlangsung. Namun dari peran kecil yang didapatkan, kini Dian banyak dikenal produser dan agensi di Jakarta. Ia pun mendapatkan tawaran ikut bermain di sejumlah sinetron.

”Tahun 2013, saya pernah main di film Jomblo Keep Smile, sinetron Kanzha dan sinetron komedi Akhirnya Datang Juga. Perannya pun naik, nggak figuran lagi,” ucap mahasiswi DIII Ilmu Administrasi Perkantoran, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Diponegoro (Undip) ini sambil tersenyum.

Sering tampil di layar kaca beberapa kali, membuat Dian kini lebih termotivasi untuk menggeluti jalan yang dipilih. Ke depan, ia punya target bisa menjadi pemeran utama sebuah film atau sinetron. Ia paling menyukai peran yang berwatak antagonis.

”Belum pernah sih jadi pemeran utama. Selama ini masih sebagai pemeran pendamping. Itulah yang membuat saya termotivasi lebih baik lagi agar bisa menjadi pemeran utama,” ujar lajang yang gemar mengoleksi sepatu dan tas ini.

Saat ini, Dian mengaku sejenak meninggalkan ingar-bingar layar kaca lantaran masih fokus menyelesaikan studinya yang sudah memasuki semester akhir. Ia kini disibukkan dengan konsultasi dosen pembimbing untuk tugas akhir sebagai syarat kelulusan. ”Pendidikan tetap yang utama kok,” katanya. (den/aro/ce1)