PAN Siap Gandeng Demokrat

140

BALAI KOTA – Jelang pemilihan Wali Kota Semarang periode 2015-2020 yang akan berlangsung pada 16 Desember 2015 mendatang, para pengurus partai politik (parpol) pemilik kursi dewan semakin intensif membangun komunikasi. Ini seperti yang dilakukan DPD PAN Kota Semarang. Partai berlambang matahari terbit ini menyatakan ingin menggandeng Partai Demokrat dalam perhelatan pesta demokrasi lima tahun sekali tersebut.

Ketua DPD PAN Kota Semarang, Wachid Nurmiyanto, mengatakan, saat ini partainya telah melakukan penjajakan dengan Partai Demokrat untuk melakukan koalisi menghadapi Pilwalkot 2015. Jika koalisi PAN-Demokrat terjadi, maka dua partai ini sudah mampu mengusung calon wali kota sendiri. Sebab, syarat 20 persen atau 10 kursi dewan sudah terpenuhi. Di parlemen, PAN memiliki 4 kursi dewan, sedangkan Demokrat memiliki 6 kursi.

Selain dengan Demokrat, kata dia, pihaknya juga berkeinginan melakukan koalisi dengan sejumlah partai lain, termasuk PKS dan Partai Golkar. ”Sebelumnya kami telah melakukan penjajakan dengan Demokrat. Namun kami juga punya keinginan agar PKS dan Golkar bisa ikut bergabung dengan kami,” ungkapnya kepada Radar Semarang, Selasa (27/1).

Diakuinya, saat ini PAN belum melakukan penjaringan terhap bakal calon (balon) wali kota dan wakil wali kota yang akan diusung dalam pilwalkot mendatang. Menurutnya, saat ini yang dilakukan masih membangun rumah partainya terlebih dahulu.
”Ibaratnya, kami membangun rumah dulu. Sedangkan perabotnya kita isi setelah rumah partai matang terlebih dahulu. Jadi, kami memang belum melakukan penjaringan bakal calon. Kami juga belum menemukan sosok atau pandangan. Sehingga kami masih fokus membangun komunikasi dengan semua partai,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya membuka peluang kepada siapa pun yang ingin maju menjadi balon wali kota dan wawali pada pilwalkot mendatang. Hanya saja, balon tersebut harus sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh partai.

”Sosok atau figur yang diingikan harus memiliki elektabilitas bagus, serta punya respons positif terhadap masyarakat. Selain itu, orang tersebut harus mempunyai komitmen untuk membangun Kota Semarang yang lebih baik,” paparnya.

Terpisah, anggota DPRD Kota Semarang dari Fraksi PKS, Suharsono mengakui, koalisi yang dilakukan nantinya akan membuka peluang kepada semua partai lain. PKS sendiri telah melakukan penjajakan dengan sejumlah partai lain.

”Beberapa waktu lalu, Gerindra sudah bersilaturahmi dengan PKS, termasuk Demokrat dan PKB. Bahkan dari Golkar sendiri juga telah melakukan MoU dengan PKS,” katanya.

Pihaknya menambahkan, dalam waktu dekat, PKS juga akan melakukan MoU dengan sejumlah partai lain, yang selanjutnya akan dilakukan pembukaan pendaftaran balon wali kota dan wawali yang akan maju dalam pilwalkot.

”Pada awal Febuari nanti kita akan lakukan MoU dengan partai lain. Setelah itu, langsung membuka pendaftaran bakal calon. Kami memberi kesempatan seluas-luasnya kepada yang mau mendaftar ke koalisi yang akan dibentuk nanti,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, DPD PKS Kota Semarang dan DPD II Golkar Kota Semarang mulai bergerak untuk penyiapan rencana menghadapi pilwalkot. Saat ini, kedua partai tersebut sedang menyiapkan tim perumus menuju koalisi di Pilwalkot Semarang. Diketahui bahwa kedua partai ini telah menjalin silaturahmi politik sebagai embrio koalisi.

Wakil Sekretaris DPW PKS Jateng yang juga anggota Tim Perumus Koalisi PKS-Golkar ini menyampaikan, setelah silaturahmi ditindaklanjuti pertemuan intensif dan akhirnya menyepakati membentuk tim perumus untuk penyiapan rencana menghadapi Pilwalkot Semarang 2015. ”Tim ini bekerja menyiapkan model koalisi, kontrak kerja sama, struktur kerja dan langkah kerja pemenangan,” jelasnya.

Tim beranggotakan 10 orang, terdiri atas lima perwakilan PKS dan lima perwakilan Golkar. Beberapa poin kesepahaman juga telah dimusyawarahkan, di antaranya kesepahaman visi dan misi dalam rangka membangun Kota Semarang 2015-2020 yang lebih maju.

”Koalisi yang akan dibangun adalah koalisi strategis dan permanen untuk membangun Kota Semarang di periode 2015-2020. Koalisi juga akan melakukan penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota sesuai dengan mekanisme yang ditentukan. Sedang langkah kerja yang akan dilaksanakan yaitu deklarasi dan tanda tangan nota kesepahaman, membuka pendaftaran untuk penjaringan calon kepala daerah dan beberapa agenda lain yang berkaitan dengan visi membangun kota lima tahun ke depan,” tegasnya.

Terpisah, Ketua DPC Gerindra Kota Semarang Suharyanto mengaku, terus mengintensifkan komunikasi dengan parpol anggota Koalisi Merah Putih (KMP) untuk menghadapi Pilwalkot Semarang 2015.

”Kami sudah bersilaturahmi dengan PKS. Sebenarnya dengan semua parpol KMP sudah ada komunikasi. Ke depannya kami akan terus menyiapkan strategi dalam menghadapi pelaksanaan pilwalkot,” katanya.

Menurut dia, sejauh ini Gerindra memang masih dalam tahap komunikasi dengan parpol-parpol lain sejalan dengan garis kebijakan dari KMP, apalagi Gerindra tidak bisa mengusung calon sendiri.

”Prinsipnya begini, Gerindra di DPRD Kota Semarang kan hanya dapat 7 kursi. Untuk mencalonkan sendiri, minimal harus dapat 20 persen atau 10 kursi. Berarti kami harus tetap berkoalisi,” ujarnya. (mha/zal/aro/ce1)