BERANI : Sriyanto, korban penembakan dan pembacokan mengalami luka berat namun terlihat masih kuat‎. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BERANI : Sriyanto, korban penembakan dan pembacokan mengalami luka berat namun terlihat masih kuat‎. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BERANI : Sriyanto, korban penembakan dan pembacokan mengalami luka berat namun terlihat masih kuat‎. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID—Seorang oknum anggota TNI nekat menembak dan membacok seorang warga bernama Sriyanto, warga warga Dusun Kambengan RT 02 / RW 02, Desa Donorejo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Senin (26/1) malam. Beruntung, korban masih selamat karena tembakan meleset.

Menurut informasi yang dihimpun koran ini, kejadian penembakan itu terjadi sekitar pukul 19.30. Dua orang yang mengendarai motor tiba-tiba langsung menyerang korban. “Saat itu saya sedang menggendong anak saya,” kata korban, Selasa (27/1).

Saat itu, pelaku menembakkan dua peluru. Peluru yang diduga berasal dari airsoft gun meleset, hanya mengenai dinding dan pintu rumahnya.

Peluru kembali dimuntahkan ke arahnya dua kali. Kepalanya terkena peluru dan mengeluarkan darah. “Mereka mondar mandir terus sebelum nembak,” kata dia.

Sriyanto kemudian memberanikan diri melawan. Kali ini badannya langsung mendapatkan tebasan parang hingga puluhan kali. Dia tetap selamat. “Dari belakang ada yang membacok saya beberapa kali. Sampai ada 36 jahitan. Saya sempat dibawa ke RSJ Dr Soerojo Kota Magelang,” jelasnya.

Meski bersimbah darah di kepala, bahu, dan punggung karena sabetan benda tajam jenis parang, Sriyanto kemudian meringkus pelaku pembacokan. Dua pelaku itu kemudian berhasil dilumpuhkannya meski dia dalam kondisi berdarah-darah.

Usai meringkus dua pelaku, warga ramai-ramai ikut mengamankan pelaku. Ada beberapa warga yang sempat memukul pelaku, sebelum pelaku diserahkan ke Polsek Secang. Sementara, Sriyanto lalu dilarikan ke RSJ Dr Soerojo Kramat, Magelang Utara, Kota Magelang, karena mengalami luka serius akibat sabetan samurai, tembakan, dan tergerus aspal.

Pria yang sehari-hari kerja di bengkel karoseri Anugerah itu mengaku tidak mengenal oknum TNI dan satu temannya yang mengaku sebagai tukang ojek tersebut. Dia juga mengaku tidak pernah membuat masalah dengan aparat.

Namun, dia mengaku tahu ada oknum TNI tersebut saat menonton leakan sehabis Lebaran tiga bulan silam. “Sekitar bulan September orang itu ikut nonton. Saya kira ada masalah, tapi dengan orang lain. Jadi ini kemungkinan salah sasaran,” papar bapak berputra dua ini.

Ahmad Fatoni, 35, kerabat korban mengaku, sejumlah tetangga tidak berani mendekat saat terdengar suara tembakan dari rumah Sriyanto. Dia menyayangkan adanya tindakan aparat yang arogan dan menembak seenaknya warga sipil.

“Kami sebagai warga masyarakat menyayangkan dan resah dengan sikap aparat yang arogan pada warga sipil,” ucapnya.

Dia menuturkan, dari pengakuan dua pelaku di Mapolsek Secang, satu pelaku yang merupakan oknum anggota TNI bernama Andi, pelaku lainnya bernama Feri. Keduanya berasal dari Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Ke depan, ujarnya, pihak keluarga akan menuntut proses hukum kepada dua pelaku ini. “Kami menuntut sesuai hukum yang berlaku. Keluarga menduga ada motif pembunuhan berencana dalam kasus ini,” katanya.

Terpisah, Kapolres Magelang, AKBP Rifki menyatakan, kasus ini bukan merupakan penembakan, namun penganiayaan dengan senjata tajam jenis samurai. Sementara, senjata airsoft gun berisi peluru gotri itu, hanya dipakai pelaku untuk menakut-nakuti korban.

“Bukan penembakan. Hanya penganiayaan dengan senjata tajam. Kami hanya menerima penyerahan dari warga dan selanjutnya karena melibatkan oknum anggota TNI, kami serahkan proses selanjutnya pada polisi militer (PM), berikut barang bukti,” jelasnya.

Rifki menjelaskan, pihaknya sempat kesulitan untuk mencari identitas pelaku. Namun, setelah diinterogasi, satu pelaku mengaku merupakan oknum anggota TNI. “Sekarang untuk anggota TNI nya sudah ditangani PM,” kata dia. (vie/ton)