PENTINGNYA PROMOSI: Pameran, terutama di luar negeri, akan mendongkrak angka penjualan serta ekspor mebel asal Jateng. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
PENTINGNYA PROMOSI: Pameran, terutama di luar negeri, akan mendongkrak angka penjualan serta ekspor mebel asal Jateng. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
PENTINGNYA PROMOSI: Pameran, terutama di luar negeri, akan mendongkrak angka penjualan serta ekspor mebel asal Jateng. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Produk mebel Jawa Tengah akan turut unjuk gigi dalam kegiatan Indonesia International Furniture Expo 2015 di Jakarta Maret mendatang. Hal ini guna lebih memperkenalkan produk yang dimiliki provinsi ini ke pasar internasional.

“Di pameran yang akan digelar 12-15 Maret di Jakarta International Expo ini kami ingin menunjukkan keunggulan mebel dan produk kayu dari Jateng yang merupakan potensi ekspor terbesar saat ini,” ujar Wakil Ketua Kadin Jateng Bidang Kerjasama Ekonomi Internasional, Bernadus Arwin, kemarin (26/1).

Pada kegiatan itu Jateng akan melibatkan sejumlah dinas terkait dan asosiasi perkayuan. Di antaranya, Disperindag, Disbudpar, Dinas Koperasi dan UMKM, AMKRI, dan Asmindo. “Kami menggandeng banyak pihak agar dalam ekspo ini Jateng bisa lebih maksimal,” tandasnya.

Dalam acara tersebut, pihak Kadin mengajak khususnya para pengusaha muda kayu dan mebel di Jateng. Sehingga mereka dapat mengenalkan dan membuka pasar baru bagi produknya. Kadin, menurut Arwin, ingin memacu mereka untuk unjuk gigi agar turut memamerkan dan sama-sama menambah wawasan terkait perkayuan dan permebelan. Sebab, selama ini untuk bahan baku dari Jateng tidak perlu diragukan lagi, hanya saja karena kurang pengetahuan dan ilmu, maka susah bagi pengusaha baru dalam memasarkan produknya.

Sehingga diharapkan melalui kegiatan tersebut semua pengusaha di bidang perkayuan dapat terlibat untuk bersama-sama membawa produk mebel Jateng di kancah internasional.

Selain itu, lanjutnya, dalam ekspo tersebut Kadin Jateng bersama dinas dan organisasi di bidang perkayuan sangat optimistis dapat memperluas pasar perdagangan produk itu. “Pada stan itu kami tidak hanya mengenalkan produk mebel Jateng, tetapi juga memamerkan kekayaan aneka ragam seni budaya dan kuliner dari provinsi ini,” tandasnya. (dna/smu)