BUTUH KESEJAHTERAAN : Para buruh di sebuah pabrik tekstil di Semarang saat jam pulang kerja. Pembangunan rumah bagi buruh merupakan pekerjaan rumah yang diberikan pemprov ke Disnakertransduk Jateng. (Ricky fitriyanto/RADAR SEMARANG)
 BUTUH KESEJAHTERAAN : Para buruh di sebuah pabrik tekstil di Semarang saat jam pulang kerja. Pembangunan rumah bagi buruh merupakan pekerjaan rumah yang diberikan pemprov ke Disnakertransduk Jateng. (Ricky fitriyanto/RADAR SEMARANG)

BUTUH KESEJAHTERAAN : Para buruh di sebuah pabrik tekstil di Semarang saat jam pulang kerja. Pembangunan rumah bagi buruh merupakan pekerjaan rumah yang diberikan pemprov ke Disnakertransduk Jateng. (Ricky fitriyanto/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan (Disnakertransduk) provinsi Jawa Tengah menyatakan telah mengirimkan enam proposal pembangunan rumah buruh di Jawa Tengah. Proposal tersebut dikirimkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk selanjutnya dianalisis dan ditindaklanjuti.

”Dari enam proposal, dua di antaranya dibangun di Kota Semarang. Satu milik Pemerintah Provinsi dan satunya lagi oleh Kementerian PU Pera,” ungkap Kepala Disnakertransduk Jateng Wika Bintang di Gedung B Kompleks Gubernuran Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (27/1).

Dijelaskan, khusus rumah buruh yang dibangun Pemprov Jateng akan dibiayai oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Nantinya akan dibangun di kawasan Tugu Semarang. Sementara tempat lain yang akan dibangun di Kota Semarang adalah di Jalan Stasiun Jrakah. Untuk daerah lain yang juga dibangun adalah Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang. ”Jika nanti ada kabupaten/kota lain yang menyatakan siap menyediakan lahannya, akan kami usulkan juga,” imbuh Wika.

Wika menambahkan, kebanyakan rumah buruh tersebut berbentuk rusunawa karena sempitnya lahan. Meski begitu, untuk satu twin block rusunawa diklaim mampu menampung hingga 400 pekerja. ”Dari 100 kamar, dapat ditempati masing-masing 3-4 orang lajang,” ungkapnya.

Disinggung target selesainya pembangunan, Wika menegaskan bahwa dalam pembangunan ini pihaknya hanya bersifat mengusulkan. Adapun pelaksanaannya langsung dikerjakan oleh tim dari Kementerian terkait. Sejauh ini, prosesnya masih menunggu pelelangan. ”Mudah-mudahan pertengahan 2015 ini sudah ada yang bisa dibangun,” harapnya. (fai/ric/ce1)