Jembatan Paling Cepat Dibangun 2017

158
PROSES LAMA : Jembatan Kaligending ini baru akan dibangun oleh DPU ESDM 2017 mendatang. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
PROSES LAMA : Jembatan Kaligending ini baru akan dibangun oleh DPU ESDM 2017 mendatang. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
PROSES LAMA : Jembatan Kaligending ini baru akan dibangun oleh DPU ESDM 2017 mendatang. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID– Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Kabupaten Magelang tidak bisa bergerak cepat mengatasi ambrolnya jembatan Kaligending yang jadi alternatif penghubung Kecamatan Mungkid dan Mertoyudan di Desa Donorejo Kecamatan Mertoyudan. Paling cepat pembangunan jembatan itu baru bisa dilaksanakan 2017 mendatang.

“Itu kan jembatan dulu, yang membangun desa. Jadi pihak desa harus mengusulkan melalui musrenbang kemudian diajukan ke Bupati Magelang,” kata Kepala DPU ESDM, Sutarno, kemarin.

Kemudian, pembangunan jembatan baru tidak serta merta bisa dilakukan. Namun, harus melalui proses panjang. “Tahun ini diajukan, kemudian tahun 2016 kita susun DED-nya (desain), lalu baru bisa dibangun paling cepat 2017,” jelas dia.
Dia sendiri juga mengaku belum bisa melakukan perhitungan anggaran yang dibutuhkan. “Tapi saya dengar katanya mau membangun jembatan sementara dulu dari bambu,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang Yogyo Susaptoyono mengatakan perencanaan DPU ESDM sangat lamban karena harus menunggu 2017. “Harus bisa dibangun tahun ini maksimal menggunakan anggaran perubahan (2015),” katanya.

Pihaknya mengaku siap menganggarkan jembatan baru. “Karena ini jembatan penting sebagai akses ekonomi masyarakat,” kata dia. Menurutnya, jembatan itu kerap digunakan sebagai akses produksi dan penjualan kerajinan tanah liat di Desa Donorejo. “Di desa itu kan sentra kerajinan genting dan bahan-bahan dari tanah liat,” ungkap Yogyo.

Sebelumnya diberitakan jembatan Kaligending di Dusun Kragilan Desa Donorejo Kecamatan Mertoyudan ambrol diterjang banjir. Akibatnya, warga harus memutar lima kilometer.

Ambrolnya jembatan produk 1992 itu terjadi setelah sungai di bawahnya banjir akibat hujan deras yang mengguyur di hulu sekitar pukul 10.00 siang. Banjir menggerus fondasi sebelah utara jembatan hingga akhirnya mengakibatkan bangunan tersebut ambrol.

Jembatan tersebut memiliki panjang 6 meter. Lebar tiga meter. Kepala Desa Donorejo, Kecamatan Mertoyudan, Sukur Mardi Kiswoyo, mengatakan kejadian tersebut sudah dilaporkan ke muspika setempat, sejumlah pejabat dan anggota DPRD Kabupaten Magelang juga sudah melakukan tinjauan ke lokasi jembatan.

“Rencananya, warga akan swadaya membuat jembatan darurat dari anyaman bambu di sekitar jembatan yang ambrol tersebut,” katanya. (vie/lis)