Dewan Dorong BUMD Genjot Pendapatan

197

SEMARANG – DPRD Jateng mendesak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik pemprov lebih maksimal dalam menggenjot pendapatan. Revitalisasi yang dilakukan harus mampu membuat BUMD dikelola secara profesional.

Anggota Komisi C DPRD Jateng Wahyudin Noor Aly mengatakan pihaknya ingin memaksimalkan BUMD melalui perannya menambah pendapatan asli daerah (PAD). Menurutnya, dengan potensi yang ada, seharusnya BUMD tidak perlu lagi menggandeng pihak ketiga dalam mengelola aset-aset pemprov dan menghasilkan pendapatan. ”BUMD kan juga perusahaan yang telah dimodali dengan APBD untuk menghasilkan PAD. Maka pengelolaannya harus profesional seperti perusahaan swasta,” kata politisi PAN ini.

Dia menambahkan saat ini BUMD mengelola sejumlah aset pemprov yang potensial. Keberadaan aset-aset tersebut jika dimanfaatkan dengan benar mampu memberikan PAD ke pemprov. Revitalisasi BUMD sendiri berada di bawah pembinaan Biro Perekonomian. Sedangkan pendapatan BUMD di bawah tanggung jawab Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPAD).

Meski begitu Goyud, panggilan akrab Wahyudin mengakui upaya menggenjot pendapatan dari pemanfaatan aset belum menjadi prioritas. PAD yang utama tetap didapatkan dari pajak daerah, retribusi, dan kekayaan yang dipisahkan. ”Persentase pendapatan yang digenjot tetap utamanya dari pajak,” ungkapnya.

Anggota Komisi C DPRD Jateng Maria Tri Mangesti menambahkan pihaknya belum dapat memberikan rekomendasi tentang pemanfaatan aset daerah. Sebab meski beberapa kali Komisi C meminta data inventarisasi aset dari DPPAD, hingga saat ini belum diberikan. ”Kami sudah minta data aset tapi belum dikasih. Setelah ada datanya baru kami bisa memberikan masukan dan rekomendasi apa yang harus dilakukan,” paparnya. (ric/ce1)