MASIH TERBAIK: Ajeng Anindya Prasatita, saat ini memang masih terbaik di Indonesia. Namun dia membutuhkan pelapis untuk menggantikan perannya di masa mendatang. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
MASIH TERBAIK: Ajeng Anindya Prasatita, saat ini memang masih terbaik di Indonesia. Namun dia membutuhkan pelapis untuk menggantikan perannya di masa mendatang. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
MASIH TERBAIK: Ajeng Anindya Prasatita, saat ini memang masih terbaik di Indonesia. Namun dia membutuhkan pelapis untuk menggantikan perannya di masa mendatang. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Jateng terus menggenjot regenerasi atlet sepatu roda untuk menghadapi beberapa event bergengsi terdekat yaitu babak kualifikasi PON 2015 dan ajang yang sebenarnya PON Jabar 2016 mmendatang.

Regenerasi menurut Kabid Binpres Pengprov Porserosi Jateng Atiek Kusmiati menjadi hal yang wajib dilakukan untuk menjaga prestasi sepatu roda Jateng serta melihat peta persaingan sepatu roda di Indonesia yang sudah sangat ketat.

Atlet-atlet papan atas Jateng seperti Alan Chandra dan Ajeng Anindya Prasalita diprediksi bakal mendapat saingan ketat di ajang PON mendatang. Hal itu menurut Atiek terlihat dari event nasional terakhir yaitu Kejurnas Sepatu Roda Piala Ibu Negara di Malang beberapa waktu lalu. “Meskipun even Kejurnas Kemarin bukan menggambarkan peta kekuatan nasional secara utuh, namun kesiapan Jateng untuk menyongsong Pra-PON dan PON perlu ditingkatkan lagi. Mumpung masih ada waktu,” kata Atiek kemarin.

Lebih lanjut pihaknya mengatakan, prestasi yang diraih di Malang kemarin, kata Atiek, sebenarnya memberikan sinyal bahwa sesungguhnya Jateng bisa melakukan regenerasi atlet yang cukup baik. “Di kelompok senior, junior dan kelompok umur, Jateng sebenarnya memiliki stok yang cukup. Jika kelompok usia prestasi ini terawat dengan baik, mereka bisa diproyeksikan untuk PON 2020,” sambung Atiek.

Masih terkait PON Jabar, Atiek dihubungi mengatakan saat ini Porserosi Jateng belum menerima keputusan resmi soal jadwal perhelatan Pra-PON yang diprediksi bakal digelar di pertengahan tahun 2015 mendatang.

Tak tanggung-tanggung Jateng menurut Atiek akan mengusahakan untuk menjadi tuan rumah babak kualifikasi ajang multievent empat tahunan tersebut. ”Jadwal resminya belum ada, namun kalau ada kesematan untuk menjadi tuan rumah kenapa tidak? Kami juga akan komunikasikan hal itu dengan KONI Jateng, karena kalau menjadi tuan rumah tentu kaitannya dengan anggaran,” pungkasnya. (bas/smu)