Tewas Terpanggang Bersama Kambing

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

UNGARAN- Nasib naas dialami seorang peternak kambing, Partun, 65, warga RT 7 RW I Dusun Gendurit, Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur. Minggu (26/1) petang, Partun ditemukan tewas terbakar bersama 5 kambing miliknya di sebuah gubug sekaligus kandang berukuran 4×6 meter berbahan kayu beratap alang-alang.

Sementara itu belasan kambing berhasil lolos dari maut sekalipun mengalami luka bakar. Tidak jelas apa penyebab kebakaran, anggota Polres Semarang yang melakukan pemeriksaan dilokasi kejadian menduga kebakaran disebabkan karena perapian yang dibuat korban membakar kandang.

Salah seorang tetangga korban, Sudiyono, 45, mengatakan, kandang kambing milik korban memang berada di tengah hutan Perhutani, tepatnyanya di petak 20 hutan Kawengen. Korban seringkali datang ke gubug untuk menjaga kambing-kambing miliknya. Kebetulan sore itu, Sudiyono berada di sungai sekitar 500 meter dari gubug korban. “Saya melihat ada asap membumbung tinggi dan orang-orang pada teriak kebakaran. Kemudian saya bersama warga berlari menuju lokasi,” tutur Sudiyono.

Sudiyono dan tetangganya Sinarto berusaha menuju ke lokasi secepat mungkin untuk menolong korban. Namun karena jaraknya cukup jauh dan medannya terjal, keduanya kesulitan mencapai lokasi. Sampai di lokasi, Sudiyono melihat api sudah membakar seluruh bangunan kandang dan gubug milik korban. Ada kemungkinan korban sempat akan keluar karena posisinya berada di teras gubug. Tetapi tidak berhasil karena terhalang atap yang roboh. “Kami berdua langsung menarik tubuhnya, tetapi lukanya cukup parah sehingga tidak bisa tertolong,” ungkapnya.

Anggota Polsekta Ungaran dan Unit Indentifikasi Polres Semarang yang mendapat laporan pun bergegas menuju rumah duka. Dari hasil identifikasi diketahui, korban meninggal karena diduga mengalami luka bakar lebih dari 60 persen. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah duka yang berjarak lebih kurang lima kilometer. Medan yang sulit ditempuh karena terjal dan curam menyebab proses evakuasi memakan waktu 2 jam.

Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad melalui Kapolsekta Ungaran, Kompol Sulistyo mengatakan, peristiwa tersebut murni kecelakaan karena tidak ditemukan adanya unsure kekerasan di tubuh korban. Keluarga korban juga sudah menerima kematian korban dan menolak untuk diautopsi.“Penyebab kebakaran kemungkinan besar akibat api perapian untuk mengusir nyamuk yang dibuat korban membakar gubug tersebut,” Kapolsekta. (tyo/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -