AKIBAT HUJAN: Warga bergotong royong menyingkirkan timbunan tanah yang lonsor di Desa Sucen, Gemawang. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
AKIBAT HUJAN: Warga bergotong royong menyingkirkan timbunan tanah yang lonsor di Desa Sucen, Gemawang. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
AKIBAT HUJAN: Warga bergotong royong menyingkirkan timbunan tanah yang lonsor di Desa Sucen, Gemawang. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG- Tebing setinggi 15 meter di Desa Sucen, Gemawang, Temanggung kemarin mengalami longsor. Longsor terjadi akibat guyuran hujan deras selama tiga jam. Setidaknya lima rumah mengalami kerusakan.

Sulisno, 35, seorang korban yang rumahnya terkena longsoran mengatakan, longsor terjadi tiga kali. “Pertama, jam 3 sore. Lalu beberapa jam kemudian, tanah dari atas tebing longsor lagi. Dan yang paling parah jam 11 malam,” beber Sulisno.

Tiga rumah terkena longsoran parah. Masing-masing milik Luthuk Wahyudi, Sulisno, dan Repan. Sedangkan dua lainnya, milik Mujari dan Sumargi hanya mengalami kerusakan di bagian dapur. Kini, para pemilik rumah, untuk sementara mengungsi di tempat yang lebih aman.

Kepala Desa Sucen, Tohari mengatakan, pihaknya telah menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Pagi hari, bantuan logistik sudah datang.

“Logistik seperti beras, mi instan, kecap, saos, minyak goreng dan alat-alat mandi sudah dibagikan. Begitu juga dengan tikar.”

Camat Gemawang, Adi Pitoko, mengatakan, terkait longsor di Sucen, pihaknya telah menyosialisasikan kepada warga agar waspada. (mg3/isk)