30 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Olah TKP Polisi Dipertanyakan

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

TEMBALANG – Kasus pencurian beruntun yang terjadi di Perumahan Bukit Kencana Jaya, Meteseh, Tembalang, bukan masalah sepele. Apalagi sudah terjadi berulang-kali dan merugikan ratusan juta. Karena itulah, Wakil Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Jateng, Agus Hermanto sangat menyayangkan lambatnya respon Polsek Tembalang.

”Sudah semestinya kasus tersebut menjadi skala prioritas penanganan. Baik penanggulangan maupun menangkap pelakunya,” tandas Agus Hermanto kepada Radar Semarang, Senin (26/1) kemarin.

Menurutnya, terjadinya peristiwa pencurian itu membuktikan bahwa sistem patroli oleh Polsek Tembalang lemah. ”Polsek Tembalang harus melakukan evaluasi dan memperkuat patroli malam hari,” katanya.

Jika banyak kasus tidak bisa mengungkap atau menangkap pelaku, maka yang harus dipertanyakan adalah kinerjanya. ”Apakah benar, tim kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara benar? Kejadian sekecil apa pun harus mendatangi TKP,” katanya.

Sebab, dari hasil olah TKP tersebut menjadi modal awal untuk mengungkap sebuah kasus secara profesional dan melakukan prosedur penyelidikan secara benar. Kepolisian harus bisa memetakan dan mengidentifikasi modus yang digunakan pelaku. ”Baik memeriksa sejumlah barang bukti, keterangan saksi maupun memeriksa CCTV di sekitar lokasi,” ungkapnya.

Menurutnya, sepandai-pandai pelaku kejahatan, tetap saja meninggalkan jejak. Karena itulah, yang harus dipertanyakan adalah keseriusan pihak kepolisian. Bagaimana disiplin quick response oleh pihak kepolisian terhadap sebuah laporan masyarakat terkait peristiwa kriminalitas tersebut. ”Kepolisian harus melakukan evaluasi. Ini bukti kalau sistem patroli lemah dan harus memperkuat Babinkamtibmas,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Agus, Developer Perumahan Bukit Kencana Jaya, Meteseh, Tembalang, juga harus bertanggung jawab atas maraknya kasus pencurian di perumahan yang dikelolanya. ”Harus ada penanganan serius, bekerja sama dengan warga. Bagaimanapun, secara ekonomi kasus seperti ini juga merugikan developer karena citra perumahan menjadi tidak aman,” katanya.

Sebagaimana diketahui, warga Perumahan Bukit Kencana Jaya, Meteseh, Tembalang, dihantui peristiwa pencurian beruntun. Pelaku beraksi dengan menggasak sejumlah barang berharga hingga bernilai ratusan juta rupiah.

Ironisnya, penanganan yang dilakukan oleh tim Reskrim Polsek Tembalang malah terkesan cuek dan tidak tanggap atas kondisi tersebut. Bahkan korban yang terus bertambah, menunjukkan kepolisian terkesan tak berdaya tangkap pelaku.

Tercatat, selama sebulan terakhir, Januari 2015, ada lima kejadian pencurian. Pencurian terakhir terjadi di rumah milik Catur, warga Bukit Safir Blok DO /A2, Perumahan Bukit Kencana Jaya Tembalang, Semarang, Jumat (23/1) malam lalu. Kerugian berbagai jenis perhiasan emas, gelang, kalung, televisi LCD, serta uang tunai Rp 190 juta, raib disikat pencuri. Jika ditotal, kerugiannya mencapai Rp 200 juta.

Sebelumnya, di rumah Eny, wartawati Radar Semarang, warga Jalan Bukit Mutiara Jaya, Bukit Kencana Jaya, pada Selasa (20/1) malam. Kerugiannya mencapai belasan juta rupiah.

Begitu pun di rumah milik wartawan TVRI, Ragil, yang tinggal di perumahan yang sama juga menjadi korban kebrutalan pencuri. Sejumlah uang tunai jutaan rupiah, dan 1 unit laptop miliknya bablas digondol pencuri.

Di rumah Karyono, wartawan Kedaulatan Rakyat yang tinggal satu kompleks di Perumahan Bukit Kencana Jaya, Meteseh, Tembalang, turut disatroni pencuri, Jumat (10/1). Sebanyak 6 unit ponsel, 1 unit tablet dan uang tunai Rp 10 juta. Total kerugian sekitar Rp 20 juta.

Satu lagi, rumah wartawati Wawasan, Rita Hidayati di Perum Hacenda Blok C Nomor 9 Jangli, Tembalang, Jumat (2/1) lampau. Pencuri beraksi dengan cara mencongkel gembok rumah. Perhiasan emas seberat 10 gram dan kamera DSLR milik korban digondol pelaku. Rita mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta. (amu/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Mau Daftar Polisi, Ikut Binlat

MAGELANG –Polres Magelang Kota membuka pendaftaran Bimbingan dan Latihan (Binlat) sebagai persiapan untuk mendaftar menjadi calon anggota Polri. Langkah tersebut dimantapkan dengan membuka stan...

Beasiswa Penuh Bagi 10 Anak Panti Asuhan

KUDUS-Djarum Sumbangsih Sosial menyerahkan bantuan beasiswa penuh bagi 10 anak asuh di Kabupaten Kudus, Jumat (3/11) kemarin di Djarum Oasis, Bae, Kudus. Berupa biaya...

Agnez Mo Tampil Atraktif

SEMARANG - Penyanyi Agnez Monica atau Agnez Mo tampil atraktif saat konser bertajuk ”Keep Walking” di Babyface Karaoke and Club, Sabtu (30/5) malam. Mengenakan...

Usai Mogok, Penumpang Angkot Sepi

SALATIGA– Setelah mogok selama tiga hari sebagai bentuk protes beroperasinya ojek online, ratusan angkutan kota (angkot) di Salatiga kembali beroperasi, Kamis (24/8). Angkot mulai...

More Articles Like This

- Advertisement -