KAJEN – Tim Reskrim Polres Pekalongan melakukan penangkapan terhadap mantan anggota DPRD Kabupaten Pekalongan 2004-2009, Unggul Satria. Warga Desa Gebangkerep Kecamatan Sragi tersebut, terjerat kasus penipuan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Pekalongan pada 2013. Sejumlah korban diperkirakan mengalami kerugian total Rp 47 Juta.

Kapolres Pekalongan AKBP Indra Krismayadi melalui Kasubbag Humas AKP Guntur Tri Harjani mengatakan, penangkapan tersangka dilakukan Minggu (25/1) atas kasus dugaan penipuan perekrutan CPNS. “Penangkapan tersangka US, kami lakukan kemarin malam,” terangnya, Senin (26/1).

Tri memaparkan, penangkapan mantan dewan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut didasarkan atas laporan sejumlah korban. Modus yang dilakukan, tersangka mengaku bisa memasukkan korban sebagai CPNS di lingkungan Pemkab Pekalongan dengan membayarkan sejumlah uang. “Sesuai laporan yang masuk ada dua korban. Masing-masing warga Kecamatan Sragi dan Kecamatan Doro,” paparnya.

Kasat Reskrim AKP Sukirwanta menambahkan, berdasarkan laporan korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan hingga mengarah kepada tersangka. Dari dua korban tersebut, diperkirakan kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Termasuk sertifikat tanah milik seorang korban.

Untuk korban dari Doro, dirugikan Rp 8 juta serta sertifikat tanah yang digunakan untuk jaminan di bank senilai Rp 27 juta. Sedangkan korban yang berasal dari Kecamatan Sragi, dirugikan sekitar Rp 12 juta. “Penipuan itu terjadi Januari 2013 lalu. Ada dugaan juga uang dari korban digunakan tersangka untuk modal Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) Gebangkerep, namun tidak jadi,” paparnya.

Atas penangkapan itu, kata Sukirwanta, pihaknya akan melakukan pengembangan. Sebab diduga, masih terdapat sejumlah korban lain. “Diduga masih ada korban lain, namun laporan yang masuk, baru dua,” kata dia. Guna proses hukum lebih lanjut, tersangka kini mendekam di sel tahanan Polres Pekalongan. Pasal yang dikenakan yakni 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. (hil/ric)