PROSES PRODUKSI: Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto, melihat proses produksi yang ada di PT Petropack Agro Industries (PAI), kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)
PROSES PRODUKSI: Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto, melihat proses produksi yang ada di PT Petropack Agro Industries (PAI), kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)
PROSES PRODUKSI: Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto, melihat proses produksi yang ada di PT Petropack Agro Industries (PAI), kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebagai negara yang kaya dengan hasil pertanian, Indonesia berpeluang besar dalam industri ekstrak bahan organik untuk makanan dan minuman. Indonesia punya kans besar sebagai eksporter besar produk agroindustri.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan, belum banyak pengusaha yang mau bergerak di bidang industri ekstrak bahan organik. Panggah dalam peresmian pabrik ekstrasi bahan alami, PT Petropack Agro Idustries (PAI), di Kawasan Industri Candi Semarang, kemarin memaparkan, nilai ekspor produk agroindustri Indonesia mencapai setidaknya 34 miliar dollar AS per tahun. Sumbangan nilai produk ekstrak organik masih cukup kecil yakni hanya 1,78 juta dollar AS per tahun. “Jelas harus dimanfaatkan agar sumbangan nilai produk dan nilai ekspor semakin besar,” ujarnya.

Pabrik ekstraksi PT Petropack Agro Idustries (PAI) sendiri, memanfaatkan hasil pertanian dengan kapasitas 700 ton per bulan. Presiden Direktur PT PAI Prihanto Ekoputro mengatakan, saat ini PT PAI telah memiliki satu mesin ekstraksi berkapasitas 2.400 liter yang dilengkapi dua mesin Milling tekonologi tinggi yang dapat memproses dengan suhu yang rendah sehingga meminimalisir kerusakan bahan baku. “Kami berencana menggunakan empat mesin dengan sistem pengeringan, fluidizer bed dryer, dengan kapasitas 150 kg hingga mesin spray dry,” paparnya.

Menurut dia, potensi yang besar dan melihat kondisi pasar yang sangat menguntungkan serta didukung melimpahnya bahan baku yang ada di Indonesia membuat dia melihat peluang bisnis yang ada dengan mendirikan pabrik di daerah Semarang. “Sumber daya manusia yang melimpah dan kondisi pasar Indonesia yang dipenuhi oleh produk pangan artifisial serta pengawet tentunya menjadi sebuah ladang yang sangat empuk. Sementara untuk sisi ekspor pun juga sangat terbuka lebar,” jelasnya. (den/smu)