KH Nurullah Yasin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
KH Nurullah Yasin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
KH Nurullah Yasin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Guru Taman Kanak-kanak (TK) di wilayah Demak mestinya harus sudah diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Sebab, sudah banyak guru TK berstatus PNS yang memasuki masa pensiun. Karena itu, saat ini banyak guru TK yang masih berwiyata.

Ketua Komisi D DPRD Demak, KH Nurullah Yasin mengatakan, guru TK dinilai memiliki tanggungjawabnya lebih berat dibandingkan tingkatan sekolah lainnya. Mereka mengampu siswa yang usianya masih usia dini. Namun, dari sisi kesejahteraan masih jauh dari harapan. “Apalagi yang wiyata, guru TK ini upahnya sangat minim jauh dibawah upah minimum kabupaten (UMK). Sebulan, rata-rata Rp 300 ribu. Ini kan kasihan,”katanya.

Politisi PKB ini menambahkan, selain diangkat menjadi PNS, guru TK harusnya bisa memperoleh tunjangan sertifikasi.”Kita berharap, juga ada bantuan dana atau anggaran dari APBD untuk kesejahteraan mereka,” imbuhnya.

Dewan, khususnya di Komisi D sekarang ini berjuang untuk dana BOS untuk SD bisa untuk membantu kesejahteraan guru wiyata. Apalagi, dana BOS turun dari 20 persen menjadi 15 persen pada tahun 2015. Menurutnya, kesejahteraan guru, utamanya TK harus diperhatikan betul. Sebab, sejauh ini yang mendapatkan perhatian lebih justru para guru SD. Bahkan, dalam data K2 lalu, sudah banyak guru SD yang mendapatkan SK CPNS. Sedangkan, untuk guru TK sejauh ini masih banyak yang berwiyata. “Kita berharap, kesejahteraan mereka lebih baik lagi,” tambahnya. (hib/fth)