LELAH : Daryono saat ditemui di rumahnya pasca terapung berjam-jam di Muara Sungai Bremi Pekalongan. (Hanafi/radar semarang)
LELAH : Daryono saat ditemui di rumahnya pasca terapung berjam-jam di Muara Sungai Bremi Pekalongan. (Hanafi/radar semarang)
LELAH : Daryono saat ditemui di rumahnya pasca terapung berjam-jam di Muara Sungai Bremi Pekalongan. (Hanafi/radar semarang)

PEKALONGAN – Berniat berlayar untuk mencari ikan, Daryono, 60 dan anaknya Hasyim, 28, warga Kelurahan Jeruksari Kecamatan Tirto Pekalongan malah terapung berjam-jam di tengah laut. Keduanya nyaris tenggelam karena kapal yang ditumpangi terbalik dan mesinnya rusak.

Hal tersebut ditegaskan Kasi Pencegahan dan Kesiapan Bencana BPBD Kota Pekalongan Hengki Susilo Hadi, bahwa memang ada warga yang sebelumnya dilaporkan hilang. “Dari keterangan yang kami dapat, Daryono bersama anaknya berangkat melaut dengan kapal kecil jenis sopek sekitar pukul 06.00. Setelah dua jam mencari ikan, mereka berniat pulang, karena kondisi cuaca ekstrim dan ombak sangat tinggi,” ucapnya.

“Saat hendak pulang tersebut, karena arus dan ombak kuat kemudi kapalnya sampai patah. Karena tidak bisa mengusai perahunya, sehingga pecah dan terbalik,” terang Hengki. Akhirnya mereka berdua terombang-ambing di laut selama berjam-jam. Untungnya mereka terbawa arus ke Muara sungai Bremi. Yang hanya berjarak 2 KM dari tempat perhentian kapal nelayan.

Hal tersebut ditegaskan Daryono. Dirinya mengaku ditolong Ta’un, 50, nelayan yang juga warga Jeruksari saat lewat daerah tersebut. “Saya dan anak terapung berjam-jam di laut. Perahu rusak, mesin juga rusak,” ucap dia saat ditemui. “Walaupun perahu dan mesin perahu berhasil ditarik ke daratan. Namun kondisinya sudah rusak parah. Dan tidak bisa digunakan untuk melaut lagi,” pungkas dia. (han/ric)