Bikin “Pasukan” untuk Amati Kuku Murid

324
PERIKSA TEMAN: Personel Pasukan Penegak Disiplin memeriksa kelengkapan kaus kaki siswa SMK YP 17 Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
PERIKSA TEMAN: Personel Pasukan Penegak Disiplin memeriksa kelengkapan kaus kaki siswa SMK YP 17 Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
PERIKSA TEMAN: Personel Pasukan Penegak Disiplin memeriksa kelengkapan kaus kaki siswa SMK YP 17 Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

SMK YP 17 Kota Magelang punya cara sendiri untuk menegakkan peraturan sekolah. Tak cuma dilakukan oleh para guru. Siswa-siswi yang bergabung dalam sebuah pasukan khusus juga bertugas untuk itu. Seperti apa?

PUPUT PUSPITASARI, Magelang

SEBANYAK 25 siswi SMK YP 17 membentuk sebuah “pasukan”. Namanya, “pasukan” penegak disiplin sekolah. Siswa-siswi yang masuk dalam pasukan ini, diberi mandat untuk mengecek kelengkapan atribut siswa. Salah satunya, kebersihan kuku.

“Tugas pasukan ini mengecek atribut dan kelengkapan berseragam. Seperti kaus kaki, ikat pinggang, dan sebagainya. Lalu kuku yang panjang juga dicek. Kegiatan itu dilakukan sebelum para siswi masuk kelas,” kata Humas SMK YP 17, Tri Setyo Nugroho, kemarin.

Tri mengklaim, strategi tersebut efektif membuat siswa jera. Berbagai pelanggaran bisa diminimalisir. Cara ini dipandang jauh lebih efektif. Sebab, siswi merasa nyaman jika yang memeriksa adalah teman sendiri.

Satu sisi, rasa malu terhadap temannya juga akan muncul, jika yang diperiksa, tak memenuhi aturan sekolah. “Tujuan kami meningkatkan ketertiban dan kedisiplinan siswa. Sekolah merasa terbantu dalam memonitor kelengkapan atribut seragam,” akunya.

Tri mengatakan, pasukan penegak disiplin diberi seragam khusus, yang membedakan dengan siswi lain. Ganjaran bagi siswi yang melanggar, lanjut Tri, pasukan ini tak segan menjatuhkan sanksi sesuai kesepakatan. Mulai bersih-bersih, push up, dan sebagainya. Jika siswi melanggar terus-menerus, maka pihak sekolah akan memanggil orang tua.

Wali Kota Sigit Widyonindito yang melakukan inspeksi mendadak ke sekolah tersebut, kemarin, mengaku takjub melihat strategi yang diterapkan pihak SMK YP 17. Menurut Sigit, disiplin sangat penting, karena bermanfaat bagi murid setelah mereka lulus. “Seperti ini patut dicontoh sekolah lain, supaya siswa-siswa makin disiplin,” ucap Sigit.

Menurut Sigit, tak hanya soal kedisiplinan semata. Lebih dari itu, siswi terlatih untuk bertanggung jawab dengan amanat yang diberikan oleh pihak sekolah. (*/isk)