Tidak Ada Zona Aman

190
JAGA PERFORMA: Kresna Wahyu, atlet tolak peluru Jateng peraih medali emas di PON 2012 lalu, tak dijamin bakal tampil di PON 2016. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
JAGA PERFORMA: Kresna Wahyu, atlet tolak peluru Jateng peraih medali emas di PON 2012 lalu, tak dijamin bakal tampil di PON 2016. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
JAGA PERFORMA: Kresna Wahyu, atlet tolak peluru Jateng peraih medali emas di PON 2012 lalu, tak dijamin bakal tampil di PON 2016. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jateng telah mempersiapkan 37 atlet untuk babak kualifikasi PON XIX yang berlangsung sepanjang tahun ini. Para atlet kini menjalani pemusatan latihan di empat daerah yakni Kota Semarang, Solo, Salatiga, dan Cepu (Blora).

Sebagai babak kualifikasi pertama, anak-anak Jateng akan menghadapi Jatim Open dealam waktu dekat ini. Nama-nama yang masuk dalam pelatda hasil dari penjaringan saat Kejuaraan Provinsi Atletik Remaja-Umum di Solo, Desember 2014 lalu. Namun, PASI tetap memberlakukan sistem promosi degradasi bagi atlet. Artinya, peraih emas kejurprov belumlah aman dari pencoretan. “Sistem kualifikasi cabang atletik adalah limit waktu dan kuota. Jumlah kuota tiap provinsi berbeda melihat potensi yang dipunyai masing-masing,” kata Ketua Harian PASI Jateng Rumini.

Untuk Jateng sendiri, diberi jatah 30 atlet yang tampil di PON XIX jabar 2016 mendatang. Jika yang lolos melebihi kuota, pihaknya akan kembali menyeleksi atlet. Limit tersebut didapat dari beberapa kejuraan nasional yang digelar di beberapa daerah dan juga luar negeri.

Tahap pertama, dimulai dari Jatim Open dan kemudian Jateng Open. Nantinya, limit yang dicapai oleh atlet di tiap kejuaraan akan diakumulasi untuk menentukan lolos tidaknya ke ajang multicabang empat tahunan tersebut.

Untuk memberi motivasi, PASI Jateng memberikan insentif bagi atlet yang mengikuti pemusatan latihan. Insentif ini, kata Rumini, sebagai bentuk apresiasi atas usaha mereka dalam membela Jateng. Dalam daftar penyerahan tersebut tak ada nama Trianingsih dan Agus Prayogo. ”Untuk Agus memang sudah lepas dari Jateng, karena itu insentif kami hapus. Sementara untuk Trianingsih, statusnya masih dalam sidang BAORI. Insentif yang sedianya untuk pelari jarak menengah itu diberikan kepada atlet lain yang komit membela Jateng ” tutur peraih emas SEA Games 1995 itu. (bas/smu)