DISIAPKAN: Ricky Junian, salah satu pemain andalan PPLP Jateng, saat memperkuat ksebelasan Jateng di final PON Remaja I lalu di Surabaya. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
DISIAPKAN: Ricky Junian, salah satu pemain andalan PPLP Jateng, saat memperkuat ksebelasan Jateng di final PON Remaja I lalu di Surabaya. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
DISIAPKAN: Ricky Junian, salah satu pemain andalan PPLP Jateng, saat memperkuat ksebelasan Jateng di final PON Remaja I lalu di Surabaya. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tim sepak bola Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Jateng saat ini tengah fokus untuk menyiapkan tim yang diproyeksikan untuk tampil di dua even besar. Yakni Kejurnas antar-PPLP dan juga Popnas 2015.

Untuk Kejurnas antar-PPLP menurut pelatih Jateng, Ashadi akan digelar pada Maret 2015 di Bangka-Belitung. Sedangkan Popnas digeber di Bandung pada September 2015 mendatang. “Tahun ini fokus kami menyiapkan diri menghadapi dua ajang tersebut. Persiapan sudah berjalan efektif sejak Januari mudah-mudahan kami bisa menjadi yang terbaik di dua ajang tersebut,” kata mantan pelatih tim Jateng di PON Remaja I itu.

Untuk menghadapi dua aven tersebut, Ashadi mengatakan saat ini tengah menyiapkan dua tim karena terkait batasan usia. ”Untuk yang Kejurnas kami menyiapkan pemain kelahiran 1997, sedangkan Popnas yang kelahiran 1998,” sambungnya.

Saat ini, pihaknya sudah memiliki 22 pemain yang mengikuti latihan intensif. Komposisi pemain terbaru, Jateng saat ini juga dipastikan telah mendapatkan suntikan tenaga dari empat pemain eks PON Remaja I kemarin. “Mereka pemain-pemain asal Solo yang kemarin juga kami bawa ke PON Remaja. Awalnya kami menginginkan ada lima pemain, namun sampai sekarang baru empat yang sudah resmi bergabung,” bebernya.

Empat pemain yang dimaksud Ashadi adalah Fredyan Wahyu, Ricky Junian, Arga Permana dan Roni Sugeng Arianto. Sedangkan satu nama lainnya yaitu Nico Pasura kemungkinan besar urung bergabung dengan anak-anak PPLP Jateng. “Mereka ikut mengantarkan Jateng peringkat dua PON Remaja dan membawa Persis Yunior runner-up Piala Suratin 2014. Untuk Nico sendiri memang belum ada kejelasan sehingga kemungkinan dia akan kami tinggal,” katanya.

Jateng masih memiliki waktu lebih dari dua bulan untuk menyiapkan tim menghadapi kejurnas tahunan itu. Mereka ingin membentuk tim yang kokoh untuk memperbaiki prestasi di Kejurnas AntarPPLP tahun lalu yang hanya berada di peringkat tiga nasional.

Melihat hasil PON Remaja di Jatim lalu, kans Jateng untuk meraih hasil lebih baik terbuka lebar. Saat itu, Jateng meraih posisi runner-up setelah di final kalah 2-4 dari tuan rumah Jatim. Prestasi tersebut cukup membanggakan mengingat persiapan tim tidak lama. ”Dari pemain yang ada, hanya 18 pemain yang akan didaftarkan ke kejurnas. Karena itu, akan ada kompetisi internal dalam tim ini. Pemain-pemain yang tidak berkembang, akan terdegradasi dengan sendirinya dengan pemain-pemain yang kualitasnya lebih baik,” sambungnya. (bas/smu)