Pencuri Hantui Warga Tembalang

198

TEMBALANG – Dalam tiga pekan terakhir, aksi pencurian terus menghantui warga di wilayah hukum Polsek Tembalang. Pasalnya, sudah puluhan rumah warga disatroni pencuri. Anehnya, hingga kini belum satu pun pelaku yang terungkap. Hal ini membuat warga menjadi resah. Mereka khawatir rumahnya bakal mendapat giliran dibobol pencuri.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang, aksi pencurian terbaru terjadi di rumah Catur, warga Bukit Safir Blok DO /A2, Perumahan Bukit Kencana Jaya Tembalang, Semarang pada Jumat (23/1) malam. Pelaku membawa kabur perhiasan emas, gelang, kalung, televisi LCD, serta uang tunai Rp 190 juta. Total kerugian korban mencapai Rp 200 juta.

Sebelumnya, kawanan pencuri juga beraksi di rumah Eny Susilowati, karyawati Radar Semarang, warga Jalan Bukit Mutiara Jaya, Bukit Kencana Jaya, pada Selasa (20/1) siang. Eny kehilangan sebuah laptop senilai Rp 5 juta. ”Selain rumah saya, dua tetangga saya rumahnya juga diobok-obok pencuri. Jadi, dalam sehari ada tiga rumah yang kemalingan,” kata Eny.
Aksi pencurian juga terjadi di rumah reporter TVRI, Ragil, yang tinggal di perumahan yang sama dengan Eny. Kali ini pelaku membawa kabur uang tunai jutaan rupiah, serta 1 unit laptop.

Tak berhenti di situ, pencuri juga menyatroni rumah Karyono, wartawan Kedaulatan Rakyat, yang tinggal di Perumahan Bukit Kencana Jaya, Meteseh, Tembalang. Rumah Karyono dibobol pencuri pada Jumat (9/1) lalu.

Dari rumah wartawan yang ngepos di kepolisian ini, pelaku menggondol sebanyak 6 unit ponsel, 1 unit tablet, dan uang tunai Rp 10 juta. Total kerugiannya mencapai Rp 20 juta. ”Pencuri masuk rumah saat saya tinggal pergi ronda. Seisi rumah seperti kena sirep, tidak ada yang bangun,” kata suami Tri Sutristyaningsih, manajer iklan Radar Semarang ini.

Satu lagi rumah wartawati yang dibobol adalah rumah Rita Hidayati, wartawati koran Wawasan di Perum Hacenda Blok C Nomor 9 Jangli, Tembalang pada Jumat (2/1) lalu. Pencuri beraksi dengan cara mencongkel gembok pintu rumah. Kali ini pelaku membawa kabur perhiasan emas seberat 10 gram dan kamera DSLR yang biasa dipakai liputan.

Saat kejadian, rumah tersebut ditinggalkan oleh penghuninya yang sedang berlibur. Akibat pencurian itu, Rita mengalami kerugian kurang lebih Rp 10 juta.

”Semua kasus pencurian tersebut sudah resmi dilaporkan di Polsek Tembalang. Tapi sampai saat ini belum ada perkembangan,” kata Karyono kepada Radar Semarang, Minggu (25/1).
Dikatakan Karyono, aparat Polsek Tembalang usai pelaporan sudah mendatangi lokasi kejadian. ”Sudah lihat-lihat di lokasi,” katanya.

Kendati demikian, Karyono menyayangkan tindak lanjut kepolisian dalam mengusut kasus pencurian di perumahan tersebut terkesan tidak serius.

”Korban lain bertambah, sementara polisi belum berhasil satu pun menangkap pelaku. Pencurian semacam ini bukan persoalan sepele. Karena terjadi berturut-turut. Ini sangat meresahkan masyarakat. Terlebih kerugiannya mencapai ratusan juta,” tandasnya.

Dijelaskannya, modusnya hampir sama, pelaku rata-rata beraksi dengan cara merusak gembok pintu ataupun jendela menggunakan alat sejenis linggis. ”Berdasarkan bekasnya, dimungkinkan pelakunya orang yang sama. Mereka selalu mencongkel menggunakan benda tajam,” ungkapnya.

Menurutnya, ketidaksigapan polisi membuat pelaku seolah-olah semakin bebas melancarkan aksinya. Bahkan pelaku juga tak hanya mengincar rumah kosong, rumah yang ada penghuninya pun kerap menjadi sasaran. ”Pelaku beraksi saat warga sedang tertidur lelap. Ada juga yang saat rumah ditinggal bekerja,” katanya.

Korban Catur juga mengaku kesal. Sebab, meski rumahnya berdekatan dengan pos penjagaan, maling tersebut tetap saja beraksi. ”Total kerugian mencapai Rp 200 juta. Padahal rumah saya dekat pos penjagaan,” keluhnya.

Kapolsek Tembalang Kompol Priyo Utomo saat dikonfirmasi Radar Semarang terkait maraknya kasus pencurian yang merugikan ratusan juta di wilayah hukumnya, mengaku belum mengetahui. ”Itu kasus kapan Mas? Wah, saya belum tahu. Coba telepon ke Kanit Reskrim saja,” ujarnya belum bisa menjelaskan. (amu/aro/ce1)