TERJAL: Kondisi Jalan Raya Ngampel-Kendal rusak parah dan berlumpur, menjadi salah satu PR Pemkab Kendal untuk segera di selesaikan. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
TERJAL: Kondisi Jalan Raya Ngampel-Kendal rusak parah dan berlumpur, menjadi salah satu PR Pemkab Kendal untuk segera di selesaikan. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
TERJAL: Kondisi Jalan Raya Ngampel-Kendal rusak parah dan berlumpur, menjadi salah satu PR Pemkab Kendal untuk segera di selesaikan. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL – Kalangan PDRD Kendal meminta agar pembangunan infrastruktur terutama jalan bisa segera dikerjakan di awal tahun anggaran 2015 ini. Hal itu mengingat banyaknya proyek pembangunan jalan di 2014 lalu banyak yang gagal dikerjakan. Anggota Komisi C DPRD Kendal, Ahmad Suyuti mengatakan saat ini Komisi C sedang pembahasan proyek pekerjaan sedang dilakukan dengan pihak eksekutif. “Pembahasan selesai dan disahkan, kami akan minta eksekutif untuk segera dikerjakan, terutama pekerjaan jalan karena banyaknya jalan yang rusak di Kabupaten Kendal yang belum tersentuh perbaikan sama sekali,” ujarnya, Minggu (25/1).

Berdasarkan hasil evaluasi di Komisi C, faktor utama gagalnya pembangunan dan perbaikan jalan adalah pada proses lelang. Sebab hampir semua proyek pekerjaan jalan, lelangnya dilakukan setelah pertengahan tahun atau semester kedua. Sehingga saat proses lelang, banyak yang gagal karena waktunya yang mendekati masa habis tahun anggaran berjalan. “Banyak rekanan pihak ketiga tidak berani mengikuti proses lelang. Sebab rekanan takut jika proyek tidak selesai dan jadi masalah pada saat dilakukan audit. Adapun rekanan yang menjadi peserta lelang tidak memenuhi syarat. Padahal lelang sudah dilelang dilakukan lewat LPSE,” jelasnya.

Sementara saat akan dilakukan proses lelang ulang, waktunya sudah tidak memungkinkan. Sehingga banyak proyek yang tidak dapat dilaksanakan oleh pihak eksekutif. “Bahkan ada bantuan dana dari Pemprov yang dikembalikan karena tidak ada pekerjaan,” tandasnya. Ia meminta agar proyek perbaikan jalan dikerjakan setelah selesai pembahasan. “Mungkin Februari sudah selesai pembahasannya. Setelah itu Maret harus sudah dilelang dan bisa segera dikerjakan,” tambahnya.

Kartika Nur Sapto, Warga Ngampe Wetanl mengeluhkan Jalan Raya Ngampel-Kendal yang rusak parah. Yakni banyaknya aspal yang mengelupas dan membuat jalan berlubang. Bahkan nyaris memakan seluruh badan jalan seluas lima meter tersebut. Kondisi diperparah dengan musim penghujan yang mengakibatkan jalan sepanjang lebih kurang tujuh kilo meter lincin dan berlumur. “Jalan rusak mengakibatkan warga susah beraktivitas. Saya sendiri mau keluar juga males,” keluhnya.

Ia menambahkan, lubang yang lebar dan memiliki kedalaman sampai 30 senti meter kini terutup genangan air yang bercampur lumpur jalan. Kondisi itu tentu saja membahayakan pengendara roda dua jika tidak berhati-hati. “Satu-satunya jalan, warga harus menghindari lubanh-lubang berlumpur agar tidak terjatuh,” jelasnya. Lantaran itu, jarak tempuh Kendal-Ngampel memakan waktu lama. Normalnya jika jalan mulus dapat ditempuh 10-15 menit. Namun karena rusak parah jarak tersebut bisa memakan waktu. 25-30 menit.

Warga Ngampel berharap pemerintah segera membangun kembali Jalan Raya Sunan Ampel. Sebab sudah ada dana dan anggarannya. Jadi sangat ironis jika jalan sampai rusak parah dan pemerintah hanya berpangku tangan saja. “Terlebih lagi banyak anggaran perbaikan dan pembangunan jalan di 2014 banyak yang kembali karena tidak dapat kerjakan. Hal jelas menunjukkan kinerja pemerintah yang tidak serius dalam bekerja, imbasnya tentu saja akan mengurangi kepercayaan masyarakat kepada Bupati Widya Kandi menjadi berkurang,” sindirnya. (bud/fth)