TAGIH : Paguyuban pedagang Pasar Muntilan menagih kepastian pembangunan pasarnya di DPRD Kabupaten Magelang akhir pekan lalu. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
TAGIH : Paguyuban pedagang Pasar Muntilan menagih kepastian pembangunan pasarnya di DPRD Kabupaten Magelang akhir pekan lalu. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
TAGIH : Paguyuban pedagang Pasar Muntilan menagih kepastian pembangunan pasarnya di DPRD Kabupaten Magelang akhir pekan lalu. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID- Janji Pemkab Magelang untuk membangun kembali Pasar Muntilan belum juga terealisasi meski saat ini kondisi pasar sudah tidak layak. Pedagang akhirnya memberanikan diri menagih janji pembangunan tempat dagang mereka.
Akhir pekan lalu, puluhan perwakilan pedagang Pasar Muntilan, mendatangi gedung DPRD Kabupaten Magelang.

“Dulu pernah dijanjikan akan dibangun tapi sampai sekarang tidak ada kabarnya,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Muntilan (PPSM) “Guyub Rukun”, Tohirin, di hadapan Komisi II dan perwakilan dari Pemkab Magelang.

“Kami butuh kejelasan informasi mengenai lokasi pasar penampungan dan dibangun mulai kapan?” tanya dia, dalam forum yang dipandu Wakil Ketua I DPRD, Yogyo Susaptoyono.

Ketua Komisi II, Sakir mengatakan, pembangunan Pasar Muntilan dijadwalkan akan dimulai pada 2017 mendatang. Biayanya diperkirakan mencapai Rp 95 miliar. Mengingat kebutuhan anggaran yang relatif besar, maka dialokasikan secara bertahap.

Dalam APBD 2012 telah dicadangkan dana Rp 10 miliar, dalam perubahan APBD 2013 Rp 21 miliar, pada APBD Perubahan 2014 Rp 16 milar, melalui APBD 2015 Rp 16 miliar dan APBD 2016 Rp 16 miliar. “Bila masih ada kekurangan, akan dipenuhi pada tahun berjalan atau APBD 2017,” katanya.

Rencana di atas, menurut Sakir, muncul pada 2011. Tujuannya, demi melindungi kegiatan usaha para pedagang pasar tradisional, di tengah makin ketatnya dalam persaingan dengan pasar-pasar modern yang menjamur dalam beberapa tahun terakhir.

Tujuan lain, mengatasi berbagai persoalan yang ada di sekitarnya. Antara lain, mengurai kemacetan arus kendaraan di jalan depan pasar serta penataan Kota Muntilan sebagai wajah Kabupaten Magelang yang diproyeksikan meraih Adipura pada 2017.

“Karena itu, dalam pembangunan pasar penampungan sementara hendaknya juga memperhatikan beberapa aspek yang mungkin dijadikan variabel dalam penilaian oleh tim Adipura,” kata Wakil Ketua Komisi II, Ahmad Sarwo Edi.

Kepala DPU-ESDM Kabupaten Magelang, Sutarno, mengatakan, pembangunan Pasar Muntilan dimulai pada 2017. Dalam APBD 2015, Pemkab telah menyiapkan dana pembangunan pasar penampungan sebesar Rp 8,3 miliar.

“Saat ini, masih dalam proses lelang. Kalau berjalan lancar, tidak ada lelang ulang, kemungkinan April atau Mei pekerjaan bisa dimulai dan ditempati mulai Desember nanti atau awal tahun depan,” kata Sutarno.

Menurut Ahmad Ruswanto, Sekretaris Disdagsar, pasar penampungan akan dibuat dengan memperhatikan beberapa aspek. Calon lokasi yang dipilih adalah bengkok Kades Pucungrejo. Luas lahan 1,5 hektare itu disiapkan untuk menampung sekitar 3.200 pedagang.

Karena sifatnya sementara, katanya, tentu saja ukuran kios dan los yang dibangun tidak sama dengan yang ada di pasar permanen. Bangunan itu diprioritaskan bagi pedagang yang mengantongi izin atau SKHPTD (Surat Keterangan Hak Pakai Tempat Dasaran).

“Masalah ini kami sosialisasikan kepada para pedagang Pasar Muntilan. Termasuk teknis penempatan pedagang di pasar penampungan sementara nanti akan kami musyawarahkan dengan pengurus PPSM,” kata Ahmad Ruswanto. (vie/lis)