Garmen Kekurangan Operator Jahit

103

SEMARANG – Industri garmen terkendala oleh minimnya sumber daya manusia untuk mengoperasikan mesin jahit. Padahal, permintaan produk garmen khususnya untuk ekspor kian bertambah.

“Saat ini kami memang sedang krisis operator mesin jahit. Permintaan banyak, tenaga terbatas,” ujar Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Deddy Mulyadi, kemarin.

Menurutnya, sumber daya manusia dalam industri garmen yang dibutuhkan tak hanya tenaga, tapi juga ketrampilan. Karena saat ini mulai banyak digunakan mesin-mesin khusus untuk memenuhi desain tertentu. Mesin-mesin khusus ini didatangkan agar dapat memberikan nilai tambah dalam produk garmen. Seperti penambahan aplikasi maupun aksen-aksen unik. Dengan demikian, produk yang dihasilkan dapat bersaing.

Namun demikian, ucapnya, untuk mengoperasikan mesin tersebut, tenaga kerja baru perlu dilatih terlebih dahulu. Selain minim, kendala yang dihadapi, para pekerja baru yang datang tidak sampai bertahan 3 bulan sudah beralih ke pekerjaan lain.

Padahal menurutnya, industri garmen terbilang cukup maju. Sejauh ini cukup banyak permintaan dari luar negeri. Karena terkendala tenaga kerja terampil, maka ia juga sempat menolak permintaan. (dna/smu)