Tidak Peduli Dianggap Gila

175
SIAP SIAGA: Para anggota KSR PMI Kota Magelang yang siap bertugas ketika ada bencana atau kecelakaan. (AHSAN FAUZI/RADAR KEDU)
SIAP SIAGA: Para anggota KSR PMI Kota Magelang yang siap bertugas ketika ada bencana atau kecelakaan. (AHSAN FAUZI/RADAR KEDU)
SIAP SIAGA: Para anggota KSR PMI Kota Magelang yang siap bertugas ketika ada bencana atau kecelakaan. (AHSAN FAUZI/RADAR KEDU)

Korps Sukarelawan (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) selalu hadir setiap ada bencana atau kecelakaan. Kemampuan mereka dalam merespon pertolongan pertama sangat diharapkan. Seperti apa?

Ahsan Fauzi, Magelang

Menjalankan tugas kemanusiaan bukan suatu hal yang mudah. Namun, jika dikerjakan dengan tulus hati dengan tekad yang kuat, maka tantangan apapun akan bisa terlewati.

Hal inilah yang menjadi keyakinan dan tekad Aprilia Royowati, 23, warga Sumberejo Kecamatan Mertoyudan Kota Magelang. Ia tercatat sebagai salah satu anggota Korps KSR PMI Unit Markas Kota Magelang.

Baginya, menjalankan tugas sebagai sukarelawan kemanusiaan adalah sebuah kebanggaan. Meski tak sedikit tetangga, sahabat atau saudara yang menganggap dia seperti orang gila.

“Banyak tetangga, saudara dan teman-teman saya yang menganggap saya abnormal. Kayak kurang kerjaan saja, mau-maunya jadi relawan KSR, tidak dibayar lagi,” kata perempuan yang sudah menjadi anggota KSR lebih dari 5 tahun ini.

Berbagai omongan negatif tersebut ia abaikan. Meski dicibir, tapi Aprilia tetap semangat menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. “Saya dan teman-teman tetap semangat walau tanpa bayaran,” ujarnya.

Wakil Komandan KSR Kota Magelang Arie Kaptiono, 30, menuturkan, saat ini jumlah anggota KSR ada 30 personel. Mereka selalu siaga dan siap bertugas ketika panggilan tugas kemanusiaan datang. “Misalnya ketika ada bencana alam atau kecelakaan,” jelas warga Ngadirejo Kecamatan Secang Kabupaten Magelang ini.

Tugas KSR, lanjutnya, diantaranya memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kecelakaan, siaga bencana saat ada musibah. Para anggota telah dilatih untuk menangani pertolongan pertama, vertical rescue, kecelakaan dari atas gedung maupun pertolongan dalam air.

Dalam 5 tahun terakhir, berbagai kegiatan kemanusiaan telah dilakukan KSR. Seperti evakuasi korban erupsi gunung Merapi dan tanah longsor.

Selain evakuasi korban bencana, KSR juga sering dilibatkan dalam acara-acara pemkot. Misalnya terlibat dalam pengamanan arus mudik Lebaran, Hari Jadi Kota Magelang, peringatan hari besar keagamaan dan lainnya. (*/ton)