Suhariyanto. (M. RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)
Suhariyanto. (M. RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)
Suhariyanto. (M. RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)
Soemarmo HS. (DOK. RADAR SEMARANG)
Soemarmo HS. (DOK. RADAR SEMARANG)

MUGASSARI – Mantan Wali Kota Semarang Soemarmo Hadi Saputro (HS) dikabarkan bakal meramaikan bursa pemilihan Wali Kota Semarang periode 2015-2020. Sebab, nama mantan Sekda Kota Semarang tersebut masih cukup populer di masyarakat. Apalagi pilwalkot mendatang akan dilakukan secara langsung.

Namun saat ditanya Radar Semarang apakah akan kembali terjun meramaikan bursa calon pemimpin Kota Atlas ini, Soemarmo masih pelit bicara. ”Secara pribadi saya belum waktunya untuk menyampaikan maju atau tidak dalam pilwalkot,” ujarnya.

Disinggung apakah sudah ada menjalin dengan komunikasi dengan partai, begitu sebalikanya, Soemarmo menyatakan belum. ”Belum ada,” katanya singkat.

Sementara itu, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Semarang akan mengajak partai lain yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) bersatu untuk menghadapi pemilihan wali kota (Pilwalkot) Semarang pada Desember mendatang.

Partai berlambang kepala burung garuda itu memang harus melakukan koalisi agar dapat mengusung calon wali kota, karena hanya memiliki 7 kursi di DPRD Kota Semarang. Sesuai ketentuan, sebuah partai bisa mengusung calon sendiri jika memiliki kuota 20 persen atau 10 kursi dewan.

”Gerindra merupakan partai pemenang nomor dua di Kota Semarang. Kita punya 7 kursi, jadi pasti akan koalisi dengan partai-partai lain,” terang Ketua DPC Gerindra Kota Semarang, Suhariyanto, kemarin (23/1).

Setelah ada kejelasan aturan pilkada, DPC Gerindra langsung aktif melakukan komunikasi dengan sejumlah partai lain. ”Selama ini komunikasi yang kita bangun dengan partai lain hanya bersifat formal. Namun setelah ada kejelasan aturan, kami akan lebih aktif melakukan komunikasi,” terang Suhariyanto yang mengaku belum lama ini sudah bertemu dengan Partai Golkar.

Rencana menyatukan partai yang ada di dalam Koalisi Merah Putih ini, dimaksudkan untuk membangun pemerintahan, baik di eksekutif maupun legislatif yang kuat. Pihaknya juga sudah melakukan komunikasi nonformal dengan DPD Golkar Kota Semarang, dan tak menutup kemungkinan akan mengajak komunikasi dengan PKS, dan PAN.
”Termasuk partai lain di luar Koalisi Merah Putih. Karena kami tak hanya ingin jadi peserta, tapi jadi pemenang di Pilkwalkot Semarang,” katanya.

Meski begitu, pihaknya belum mau berbicara lebih jauh terkait figur yang akan diusung dalam pesta demokrasi lima tahunan itu. Selain dari internal partai maupun partai koalisi, tidak menutup kemungkinan akan mengusung sosok dari luar partai. ”Kami juga terus melakukan komunikasi aktif dengan tokoh di luar partai, guna menjaring siapa yang akan diusung nanti,” ujarnya.

Menurut Suhariyanto, proses pemilihan langsung oleh rakyat harus diimbangi dengan sosok atau figur calon yang memang memiliki elektabilitas kuat.

”Ketika pemilihan langsung, maka butuh elektabilitas yang kuat untuk calon tersebut. Berbeda jika pemilihan melalui dewan, elektabilitas bukan hal yang penting,” terang Suhariyanto yang berharap dalam pilwalkot mendatang hanya ada dua calon.

”Kita ingin head to head. Selain itu dengan adanya dua calon maka bisa menghemat anggaran penyelenggaraan, karena kemungkinan besar hanya satu putaran,” tandasnya.

Daftar Wawali
Terpisah, Falah Widya Yoga Pratama, anak sulung Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti tidak jadi mendaftarkan diri sebagai bakal calon (balon) Wali Kota Semarang. Ia memilih mendaftar sebagai balon Wakil Wali Kota Semarang.

”Falah sudah mengembalikan berkas. Namun dia mengembalikan formulir sebagai balon wakil wali kota,” kata Sekretaris Penjaringan PDIP Kota Semarang, Bambang Sutrisno kepada Radar Semarang, Jumat (23/1).

Hal sama diungkapkan Sekeretaris PDIP Kota Semarang, Supriyadi. Dia mengatakan seorang kandidat balon wali kota PDIP mengundurkan diri. Pihaknya menyebutkan nama tersebut adalah Falah Widya Yoga Pratama.

”Dia secara resmi telah mengundurkan diri dari daftar nama bakal calon wali kota. Dan mendaftar kembali menjadi balon wakil wali kota,” ujarnya. (zal/mha/aro/ce1)