DIBIARKAN : Meski sebagian besar pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalisari Batang banyak yang membawa masuk anak kecil ke ruangan, tidak ada tindakan tegas dari petugas. (mahfudz alimin/radar semarang)
DIBIARKAN : Meski sebagian besar pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalisari Batang banyak yang membawa masuk anak kecil ke ruangan, tidak ada tindakan tegas dari petugas. (mahfudz alimin/radar semarang)
DIBIARKAN : Meski sebagian besar pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalisari Batang banyak yang membawa masuk anak kecil ke ruangan, tidak ada tindakan tegas dari petugas. (mahfudz alimin/radar semarang)

BATANG – Kurang tegasnya petugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalisari Kabupaten Batang menjadi sorotan masyarakat. Ketertiban pengunjung rumah sakit yang dinilai semrawut seperti di pasar, salah satunya dengan dibiarkannya anak di bawah umur masuk ke dalam ruang opname, bahkan sampai menginap.

“Di RSUD Kalisari pengunjungnya semrawut, keluar masuk seperti tidak terkontrol. Bahkan banyak yang membiarkan anak di bawah umur masuk ke ruangan pasien dan diajak menginap. Parahnya hal tersebut dibiarkan saja seakan tidak ada larangan,” ungkap Kartiningsih, Ketua Serikat Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) Provinsi Jawa Tengah di hadapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) waktu lalu.

Ia menjelaskan terkait anak yang dibawa masuk ke rumah sakit, selain bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada anak, juga bisa berdampak pada trauma anak terhadap rumah sakit. “Jika anak melihat hal yang dinilai menakutkan, seperti melihat korban kecelakaan atau melihat pasien disuntik akan menyebabkan anak trauma terhadap Rumah Sakit,” jelasnya.

Direktur RSUD Kalisari Kabupaten Batang, Dr Bekti Mastiadji didampingi Kasie Penunjang Medis dan Non Medis, Dr Nurul Hidayati saat dikonformasi mengatakan bahwa pihak RSUD sudah memberikan imbauan kepada pembesuk agar tidak membawa anak ke dalam ruangan pasien. “Sebenarnya kita sudah mengingatkan kepada para pengunjung rumah sakit. Melalui pemutaran rekaman suara yang kami putar berkala setiap hari, bahkan dari perawatnya sendiri sering mengingatkan,” jelasnya.

Kendati demikian pihaknya juga mengaku hal tersebut dipicu oleh kurang tegasnya petugas keamanan. Sehingga pengunjung meremehkan peraturan yang ada. Padahal sudah jelas jika anak dibawah umur sangat rentan tertular penyakit ketika dibawa masuk ke ruangan pasien. “Nanti ini akan menjadi PR bagi kami untuk memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat terkait dampak yang terjadi jika sang anak dibawa masuk ke ruangan pasien,” imbuhnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang, Fauzi Fallas saat menanggapi permasalahan tersebut mengatakan bahwa tiap pelayanan yang disediakan untuk masyarakat sudah berdasarkan masukan dari masyarakat dan mulai ada peningkatan-peningkatan. “Pelayanan yang disuguhkan memang banyak peningkatan, namun yang namanya pelayanan tentunya tak lepas dari berbagai kekurangan yang selanjutnya dengan ada masukan-masukan dari masyarakat pastinya ada upaya peningkatan,” katanya. (mg12/ric)