Peringkat PKM Unnes Menurun

167

SEKARAN – Dari tahun ke tahun Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang lolos didanai Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) selalu berada pada urutan lima besar, pernah di urutan satu, dua, dan tiga. Pada tahun 2015 ini saja PKM Unnes hanya berada di urutan tujuh.

Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Unnes, Masrukhi, mengakui penurunan tersebut lantaran terdapat dinamika persaingan antar masing-masing perguruan tinggi baik itu di Jawa Tengah maupun nasional. ”Memang ada penurunan sedikit. Sudah tentu ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pembina karya ilmiah Unnes dengan perolehan 259 proposal dan perada diurutan ketujuh,” jelas Masrukhi, Jumat (23/1).

Dikatakan, pada tahun ini hanya 259 proposal PKM Unnes yang berhasil lolos didanai Dikti. Hal tersebut menimbulkan keprihatinan, dikarenakan prestasi PKM Unnes yang setiap tahun kian terpuruk. ”Kita akan lakukan pembinaan-pembinaan secara sinergis antara pembina karya ilmiah, pembimbing karya ilmiah, dan kelompok mahasisiswa yang lolos proposalnya. Agar kegiatan PKM yang lolos bisa berjalan sesuai dengan panduan yang ada dan peningkatan kualitas baik proses maupun hasil,” ujarnya.

Sementara itu, Universitas Diponegoro (Undip) meningkatkan kualitas PKM dengan menggandeng LPPM Undip sebagai reviewer. Hal ini disampaikan oleh Pembantu Rektor III Undip Warsito. Tahun ini Undip berhasil meloloskan 332 proposal untuk didanai Dikti dari 1.493 proposal yang diajukan. Jumlah ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2014 PKM yang didanai dikti sebanyak 232, sedangkan pada tahun 2013 jumlah yang dinanai adalah 150 proposal.

”Kendala yang ada saat ini mahasiswa masih kurang intensif konsultasi dengan dosen pembimbing dan belum bekerja keras secara maksimal dalam mengerjakan penelitiannya,” tambahnya. Untuk meningkatkan kualitas dari PKM yang sudah didanai tersebut pihaknya akan melibatkan LPPM Undip guna me-review penelitian dari mahasiswa.

Ketua LPPM Undip, Okcy Karna Radjasa, mengatakan bahwa LPPM akan memberikan masukan melalui para reviewer yang akan melihat dari referensinya, kebaruan penelitian, dan topik yang diteliti. ”LPPM memiliki reviewer-reviewer yang diseleksi melalui jejak rekamnya baik itu penelitian yang sudah dilakukan dan publikasi internasionalnya, hal ini tentu akan banyak membantu mahasiswa dalam penelitiannya sehingga akan lebih berkualitas,” ujarnya.

Melalui kontribusi tersebut pihaknya berharap agar nantinya para reviewer dan dosen pembimbing dapat menularkan ilmu dan pengalamannya sehingga ada sinergi dalam penelitian dosen dan mahasiswa. (ewb/zal/ce1)