PENJARINGAN: Panitia pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Semarang saat membuka pendaftaran balon bupati. (PRISTYONO HARTANTO/RADAR SEMARANG)
PENJARINGAN: Panitia pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Semarang saat membuka pendaftaran balon bupati. (PRISTYONO HARTANTO/RADAR SEMARANG)
PENJARINGAN: Panitia pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Semarang saat membuka pendaftaran balon bupati. (PRISTYONO HARTANTO/RADAR SEMARANG)

BAWEN–Untuk menjaring bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Semarang periode 2015-2020, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Semarang membuka pendaftaran balon bupati dan wabup, mulai Senin (26/1) hingga Selasa (10/1) di Kantor DPC PDIP Jalan Soekarno Hatta, Bawen. PDIP berharap agar calon bupati muncul dari kader partai.

Ketua Panitia Pendaftaran Balon Bupati dan Wabup Semarang DPC PDIP Kabupaten Semarang Supriyadi mengatakan, proses penjaringan dan penyaringan balon kepala daerah di partainya mendasarkan Perppu No 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. Juga SK DPP No 031-A/TAP/DPP/2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Penjaringan dan Penyaringan Calon Kepala Daerah dan/atau Wakil Kepala Daerah Tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi serta AD/ART PDI Perjuangan tahun 2010.

“Setelah ada yang mendaftar selanjutnya dilakukan verifikasi persyaratan pada 10 Februari 2015. Untuk perbaikan persyaratan mulai 11 -17 Februari 2015. Hasil verifikasi dalam forum pleno DPC PDIP akan disampaikan ke DPP melalui DPD Jateng,” kata Supriyadi, Kamis (22/1).

Sekretaris Panitia Pendaftaran Bondan Marutohening mengatakan, penjaringan dilaksanakan sejak dini, sebab KPU Kabupaten Semarang sudah mulai membuka pendaftaran balon Bupati Semarang akhir Februari 2015. Sasaran proses penjaringan dan penyaringan adalah kader internal partai dan masyarakat umum.

“Struktur pengurus anak cabang (PAC) dan DPC juga diperbolehkan mencalonkan, tetapi lolos tidaknya tergantung dari balonnya. Ketika balon yang diusung ternyata tidak bersedia dan tidak mendaftar, tentunya panitia tidak bisa mengakomodasi. Seluruh keputusan balon yang akan didaftarkan ke KPU bergantung dari DPP,” kata Bondan.

Bondan menambahkan, jajaran pengurus DPC PDIP Kabupaten Semarang menginginkan calon Bupati Semarang berasal dari internal kader. Sebab, banyak kader potensial dari PDIP yang mampu memimpin Kabupaten Semarang. Kendati demikian, menurut Bondan, masih terbuka kemungkinan calon bupati bisa muncul di luar proses penjaringan DPC PDIP Kabupaten Semarang. “Harapannya, calon bupati yang muncul nanti kader partai sendiri. Namun bisa juga calon muncul di luar proses penjaringan PDIP,” ungkap Bondan. (tyo/aro)