DIANIAYA: Wihayati (kanan) ditemani kakaknya saat melapor di Mapolres Semarang kemarin. (PRISTYONO HARTANTO/RADAR SEMARANG)
DIANIAYA: Wihayati (kanan) ditemani kakaknya saat melapor di Mapolres Semarang kemarin. (PRISTYONO HARTANTO/RADAR SEMARANG)
DIANIAYA: Wihayati (kanan) ditemani kakaknya saat melapor di Mapolres Semarang kemarin. (PRISTYONO HARTANTO/RADAR SEMARANG)

BANDUNGAN – Gara-gara minta uang untuk membeli sarapan anaknya, ibu muda, Wihayati, 20, warga Bandungjero RT 3 RW 1, Kelurahan/Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, dihajar suaminya, BN. Bahkan mertua korban, NN dan SW, juga ikut-ikutan mengeroyok korban. Akibatnya, korban menderita luka memar di muka dan kepalanya. Merasa dianiaya, Jumat (23/1) siang kemarin, korban mengadu ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Semarang.

Menurut Wihayati, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami terjadi Jumat (23/1) pagi. Ketika itu, ia minta uang kepada suaminya, BN, untuk membeli sarapan buat anaknya Alsi, 20 bulan. Namun pelaku tidak memberi uang, tetapi justru memaki dan memukuli dirinya.

“Sudah 4 hari ini, saya tidak diberi uang. Biasanya sehari diberi uang Rp 20 ribu untuk masak. Pagi itu saya minta uang untuk sarapan anakku. Tapi malah marah-marah, sehingga kami bertengkar, dan dia memukuli saya. Mertua saya juga ikut-ikutan memukuli saya,” kata Wihayati yang bekerja sebagai karyawati Hotel Citra Dewi Bandungan.

Kebetulan korban dan suaminya tinggal satu rumah dengan orang tuanya. Sehingga pertengkaran itu didengar oleh mertua korban. Menurut dia, kedua mertuanya itu juga turut menampar dirinya. Saat itu juga korban menemui kakaknya yang bekerja di Bandungan untuk berobat di Puskesmas Bandungan. Setelah itu, keduanya melapor ke Mapolres Semarang.

“Saya dikeroyok, ditempeleng suami dan mertua,” imbuhnya sembari menggendong anaknya saat melapor di Mapolres Semarang.
Kasat Reskrim Polres Semarang, Iptu Herman, mengatakan, laporanya sudah diterima selanjutnya akan diperiksa oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). “Kita akan periksa dulu korbannya dan saksi-saksi,” kata Herman singkat. (tyo/aro)