KURSUS : Ketua Kwarcab Wonosobo Maya Rosida menyematkan tanda peserta kursus mahir dasar untuk pembina pramuka ranting Kejajar. (IST)
KURSUS : Ketua Kwarcab Wonosobo Maya Rosida menyematkan tanda peserta kursus mahir dasar untuk pembina pramuka ranting Kejajar. (IST)
KURSUS : Ketua Kwarcab Wonosobo Maya Rosida menyematkan tanda peserta kursus mahir dasar untuk pembina pramuka ranting Kejajar. (IST)

WONOSOBO – Semua sekolah di bawah Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kecamatan Kejajar, sepakat menerapkan kembali kurikulum 2006 (K2006). dengan begitu, maka kegiatan pramuka diwajibkan ada di tiap sekolah sebagai pelajaran ekstrakurikuler.

“Seluruh sekolah di wilayah Kejajar sepakat kembali menggunakan kurikulum 2006 (K2006) sebagai acuan kegiatan belajar mengajar (KBM),”kata Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Kejajar, Kodir.

Menurut Kodir, sesuai peraturan yang diberlakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, sekolah-sekolah yang menerapkan K2006 tersebut diwajibkan membuka ekstrakurikuler pramuka bagi para siswanya.

“Dengan disepakatinya kurikulum 2006 beserta konsekuensi untuk menggelar ekstrakurikuler wajib pramuka,” kata Kodir di saat kursus mahir dasar (KMD) untuk pembina pramuka kwartir ranting Kejajar beberapa waktu lalu.

Kodir berharap para pendidik di wilayah Kejajar, semakin intens dalam menggiatkan kegiatan pramuka di sekolah masing-masing. Mengikuti kursus mahir dasar (KMD), dikatakan Kodir merupakan salah satu langkah yang wajib ditempuh para pendidik sebelum mereka mengajarkan kepramukaan kepada siswa-siswinya.

“Selain akan memperoleh sertifikat mahir dasar, dalam kursus yang digelar selama 5 hari tersebut, 50 pendidik yang mengikuti KMD juga akan mendapat berbagai materi aktual,” ujarnya.

Kodir meminta agar peserta yang mengikuti KMD, tak hanya mengejar sertifikat semata, tetapi lebih memperhatikan materi-materi yang diberikan oleh instruktur.

Ketua Kwarcab Wonosobo Maya Rosida mengatakan, jiwa kepramukaan di kalangan generasi muda masa kini sangat penting untuk ditanamkan kembali.

“Tantangan berupa modernisasi teknologi, yang sarat dengan konten-konten negatif dan berpotensi membawa degradasi moral. Kondisi demikian dapat ditangkal dengan kegiatan pramuka, “ papar Maya yang juga Wakil Bupati Wonosobo ini.

Maya menilai, untuk menanamkan jiwa kepramukaan di kalangan pelajar itulah, para pendidik perlu mendapat materi-materi aktual di kursus mahir dasar. Setelah KMD, Maya juga berharap para pembina pramuka di Kejajar juga segera meningkatkan kapasitas mereka dengan mengikuti kursus mahir lanjutan (KML). (ali/lis)