PURWODINATAN – Sekolah Kuncup Melati Semarang yang merupakan sekolah gratis di bawah pengelolaan Yayasan Khong Kauw Hwee meningkatkan layanan pendidikan dengan memperbesar daya tampung siswa.

”Kami memang baru membuka satu kelas untuk sekolah menengah pertama (SMP). Namun, kini sudah bisa menampung sebanyak 30 siswa,” kata Kepala SMP Kuncup Melati, Amita Budhyani, Jumat (23/1).

Hal tersebut diungkapkannya usai peresmian Gedung Dhammasekha Gautama Sekolah Kuncup Melati Semarang yang merupakan bantuan dari Direktorat Jenderal Pembinaan Masyarakat Buddha Kementerian Agama.

Ia mengatakan jumlah siswa SMP Kuncup Melati juga meningkat, dari kali pertama dibuka pada 2012 sebanyak 15 siswa, kemudian sempat turun jadi tujuh siswa pada 2013, dan pada 2014 menjadi 27 siswa. ”Tahun ajaran lalu, kami belum berani menerima siswa lebih banyak karena ruangannya masih bergantian dengan SD. Sekarang sudah ada gedung baru, ya, bisa dimaksimalkan sampai 30 siswa,” tukasnya.

Sekolah Kuncup Melati yang beralamat di Jalan Gang Lombok, Semarang tersebut membuka penyelenggaraan pendidikan gratis, mulai jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga SMP.

Sementara itu, Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Ditjen Bimas Buddha Kemenag Heru Budi Santoso mengatakan Dhammasekha diberikan kepada lembaga yang mengajarkan pendidikan agama Buddha. ”Namun, bukan berarti tidak boleh digunakan untuk kegiatan lain, seperti pembelajaran sekolah. Boleh saja digunakan oleh yayasan untuk kegiatan pembelajaran, nanti yayasan yang mengelola,” katanya. (ewb/zal/ce1)