Dua Kawasan Anti Kejahatan

185
RAWAN : Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho bersama Wabup Harwanto, Kasdim Mayor Inf M Darojat, Sekda dr Singgih Setyono MMR dan pejabat lainnya disela kegiatan panggung Bhayangkara di Mapolres Demak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
RAWAN : Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho bersama Wabup Harwanto, Kasdim Mayor Inf M Darojat, Sekda dr Singgih Setyono MMR dan pejabat lainnya disela kegiatan panggung Bhayangkara di Mapolres Demak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
RAWAN : Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho bersama Wabup Harwanto, Kasdim Mayor Inf M Darojat, Sekda dr Singgih Setyono MMR dan pejabat lainnya disela kegiatan panggung Bhayangkara di Mapolres Demak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Polres Demak menetapkan dua kawasan anti kejahatan. Yakni, kawasan jalan Kiai Singkil dan jalur Pantura Demak mulai Sayung sampai Karanganyar. Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho mengatakan, kawasan anti kejahatan itu merupakan salah satu program unggulan kepolisian tahun 2015. Dua kawasan itu jangan sampai terjadi aksi kejahatan. Kalaupun ada, kasus kejahatan bisa segera terungkap. Sebab, selama ini banyak kasus yang minim alat bukti sehingga memperlambat pengungkapan, termasuk identifikasi pelaku.

Kapolres mengatakan, jalan Kiai Singkil menjadi salah satu kawasaan anti kejahatan karena dilokasi itu sebelumnya kerap terjadi kasus pemerasan. “Biasanya, ada anak nongkrong kemudian diperas orang tak dikenal. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Karena itu, kami jadikan kawasan anti kejahatan,” katanya didampingi Kasubag Humas AKP Zamroni disela kegiatan Panggung Bhayangkara dalam rangka optimalisasi program unggulan yang berlangsung di Mapolres Demak, kemarin.

Selain kawasan anti kejahatan, program unggulan lain yang menjadi prioritas adalah pelaksanaan patroli Kota Wali; menggalakkan operasi atau razia gabungan, menghidupkan kembali patroli jalan kaki dan Jumat siaga. “Kami tahu bahwa dalam beberapa kasus tindak kriminal yang terjadi, hari Jumat kerap terjadi pencurian. Kejahatan seperti itu biasanya dilakukan para pelaku ketika korban sedang salat Jumat,” imbuhnya.

Modus pelaku cukup beragam. Mulai dari pecah kaca mobil sampai pencurian berbagai barang korban saat kondisi lengah. Termasuk yang pernah terjadi di kawasan Masjid Agung Demak. Karena itu, agar program Jumat siaga berjalan mulus, anggota kepolisian yang bertugas bisa bergantian satu sama lainnya. “Kami sudah konsultasikan ke Majlis Ulama Indonesia (MUI), terkait petugas yang tidak Jumatan karena sedang menjalankan tugas pengamanan. Hasilnya, dalam bertugas bisa dijalankan secara bergantian,” tambahnya.

Kapolres juga menyorot dan merasa prihatin dengan banyaknya kasus pencabulan yang menimpa anak-anak. Penanganan kasus seperti itu dilakukan mendasarkan UU perlindungan perempuan dan anak. “Karena itu, perlu ada kerjasama pemerintah daerah maupun elemen masyarakat lainnya supaya kasus seperti itu tidak terjadi lagi. Kita tetap tegas tapi pemda tetap ikut berperan,” tambahnya. (hib/fth)