Dewan Tolak Impor Daging

179

SEMARANG – Kalangan DPRD Jawa Tengah dengan tegas menolak impor daging di provinsi ini. Pemprov Jateng diminta memaksimalkan berbagai hasil ternak masyarakat untuk meningkatkan ekonomi lokal. Sebab di Jateng sebenarnya potensi unggas dan ternak cukup potensial.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Yudhi Sancoyo dengan tegas menolak impor daging atau hewan ternak seperti sapi. Sebab selama ini potensi ternak dan unggas di Jateng cukup banyak dan bisa memenuhi permintaan masyarakat. Ia mencontohkan, di Blora misalnya ada kurang lebih 200 ribu ekor dan merupakan jumlah terbesar di Jateng. ”Kami menolak impor sapi, atau dalam bentuk daging,” katanya.

Politisi Golkar ini berharap pemprov bisa memaksimalkan potensi peternakan di Jateng. Ia menuntut ada keseriusan pemerintah untuk membantu para peternak sapi. Sebab selama ini bantuan hanya diberikan kepada sapi perah, bukan sapi potong yang dikelola warga Jateng. ”Sebenarnya potensi ternak cukup potensial, cuma peternak masih belum mendapatkan perhatian,” imbuhnya

Yudhi menambahkan, untuk mendata peternak di Jateng memang cukup sulit. Apalagi banyak warga yang hanya memiliki satu atau dua ekor sapi. Sebagian warga masih menganggap jika sapi merupakan rojo koyo yang sangat berharga. Mereka akan menjual jika membutuhkan uang. Terlepas dari itu, sebenarnya potensi sapi putih di Jateng cukup banyak. ”Jika potensi ternak ini digarap maksimal, saya kira Jateng bisa terus menyuplai daging di daerah lain,” tambahnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Whitono menegaskan, untuk kebutuhan daging atau ternak tidak ada yang impor. Ia bahkan menegaskan, selalu menolak jika ada yang mengajukan untuk memasukkan sapi ke Jateng. ”Tidak ada impor, ternak di Jateng masih mencukupi kebutuhan permintaan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, Pemprov Jateng terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ternak di Jateng. 2015. Bahkan ada program masal untuk melahirkan ternak sapi baru sebanyak 35 ribu ekor. ”Jadi nanti disuntik, agar ternak bisa berahi secara bersamaan dan akan dilakukan inseminasi buatan. Jadi nanti akan ada ternak baru secara bersamaan, meski tidak bareng,” tambahnya. (fth/ric/ce1)