Bersihkan Kamar, Temukan Peluru dan Granat

138

KAJEN – Siti Baidah, 37, tak mengira jika sebuah kotak kayu yang hendak dipindahkannya berisi belasan peluru dan granat yang diduga masih aktif. Warga Dukuh Kiringan, RT 01 RW 01 Desa Kemasan, Kecamatan Bojong tersebut tersentak ketika menemukan amunisi saat membersihkan kamar bersama suaminya, Imam.

“Awalnya saya sama suami (Imam, red) membersihkan kamar karena kotor, banyak tikusnya,” ungkapnya, Jumat (23/1). Sejumlah amunisi yang tersimpan di dalam kotak kayu berukuran 40×80 centimeter tersebut langsung berjatuhan ketika hendak dipindahkan. Di dalam kotak kayu yang telah rapuh tersebut juga tersimpan sejumlah surat penting. “Itu sekitar pukul 08.00. Saya kaget sekali, barang-barang (amunisi, red) itu terjatuh di depan saya. Saya takut,” jelasnya.

Baidah diketahui merupakan anak seorang anggota TNI yang dulu berdinas di Kodim Pekalongan, Serda Munasir yang tutup usia pada 1988 lalu. Dikatakannya, penemuan itu kemudian disampaikan kepada ibunya, Wayuti, 82. “Saya bilang sama ibu. Kata ibu, itu barang-barang peninggalan almarhum bapak, tidak apa-apa,” jelasnya.

Kejadian itu akhirnya dilaporkan kepada perangkat desa yang diteruskan ke Polsek Bojong. Kabar penemuan amunisi tersebut langsung menyebar di masyarakat sekitar hingga berhamburan ke rumah Wayuti untuk melihat langsung amunisi perang itu.
Kasatreskrim Polres Pekalongan, AKP Sukirwanta mengatakan, granat yang ditemukan warga tersebut merupakan granat tangan jenis nanas. Sedangkan peluru diketahui berkaliber 4,8. “Kami ke lokasi, melakukan penyelidikan kemudian barang tersebut kami amankan,” jelasnya.

Sukirwanta menambahkan, pihaknya kemudian menghubungi tim Jihandak Satbrimob Pekalongan guna melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Kalau granat masih aktif atau tidak, tunggu hasil penyelidikan tim Jihandak. Ini sudah ditangani,” imbuhnya. (hil/ric)