KURIR: Tersangka Agung Nugroho, 39, warga Dukuh Patihan, Kabupaten Sragen, saat dimintai keterangan petugas Polda Jateng, terkait kasus sabu-sabu yang menjeratnya, kemarin. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
KURIR: Tersangka Agung Nugroho, 39, warga Dukuh Patihan, Kabupaten Sragen, saat dimintai keterangan petugas Polda Jateng, terkait kasus sabu-sabu yang menjeratnya, kemarin. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
KURIR: Tersangka Agung Nugroho, 39, warga Dukuh Patihan, Kabupaten Sragen, saat dimintai keterangan petugas Polda Jateng, terkait kasus sabu-sabu yang menjeratnya, kemarin. (Adityo Dwi/Radar Semarang)

MUGASSARI – Seorang pemakai sekaligus kurir sabu bernama Agung Nugroho, 39, warga Dukuh Patihan, Kabupaten Sragen, berhasil diamankan tim Reserse Narkoba Polda Jateng, sesaat setelah mengantar barang haram tersebut di daerah Surakarta.
Agung mengaku dipandu melalui telepon oleh seorang bandar sabu berinisial DN. Dia diminta mengambil paketan sabu seharga Rp 160 juta di pinggir jalan. Kemudian sabu tersebut diantarkan ke sebuah tempat dan ditaruhkan di atas pagar di pinggir Jalan Solo Raya, Surakarta.

Namun saat itulah, Agung dicokok oleh tim dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng bersama barang bukti sabu seberat 87,762 gram, atau senilai Rp 160 juta. ”Saya hanya diminta mengantarkan saja,” kata Agung saat gelar perkara di Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng, Jumat (23/1).

Penangkapan tersebut bermula pada Selasa 20 Januari 2015 lalu. Agung mengaku menerima perintah dari seseorang berinisial DN, melalui ponsel. Dia mengambil sabu seberat 87,762 gram— yang dikemas dua paket, di depan Water Boom Pendowo, Kabupaten Sukoharjo. Usai mengambil sabu tersebut, tersangka menuju ke Hotel Gambir Anom, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, untuk mencicipi barang haram tersebut. ”Saya mengambil sedikit, untuk dipakai sendiri di kamar hotel,” katanya.

Setelah puas menikmati sabu, ia kemudian memasukkan sisa sabu yang lain ke dalam tas merek Francesti warna cokelat dan dibawa pulang ke rumahnya di Dukuh Buduran RT 1 RW 1 Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.

Gerak-gerik tersangka telah diikuti oleh tim dari Dit Res Narkoba Polda Jateng. Saat tersangka hendak mengantar barang tersebut, atau transaksi Sekitar pukul 20.30, petugas langsung menangkapnya di Jalan Solo Raya. ”Saya baru sekali ini diminta mengantarkan sabu. Biasanya hanya memakai bareng aja bersama DN. Sudah kenal lama, kurang lebih sejak 3 tahun lalu, di sebuah acara mancing bareng,” katanya.

Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Jateng, AKBP Jansen Sitohang mengatakan, peran tersangka kurir atau perantara jual beli, menukar, atau menyerahkan atau menyediakan narkotika golongan I beratnya melebihi 5 gram. Barang bukti yang berhadil disita berupa dua klip sabu seberat 87,762 gram. ”Barang tersebut senilai Rp 160 juta. Dari siapa sabu tersebut berasal, masih kami kembangkan,” katanya.

Tersangka dijerat Pasal 114 KUHP ayat (2) dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan atau Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkoba dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. (amu/zal/ce1)