11 Jalur KA Diaktifkan

614
AKTIFKAN REL TIDUR: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat bertemu jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI), kemarin. (Biro Humas Pemprov Jateng for Radar Semarang)
AKTIFKAN REL TIDUR: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat bertemu jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI), kemarin. (Biro Humas Pemprov Jateng for Radar Semarang)
AKTIFKAN REL TIDUR: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat bertemu jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI), kemarin. (Biro Humas Pemprov Jateng for Radar Semarang)

SEMARANG – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk mengurangi beban penggunaan jalan raya terus dilakukan. Salah satunya dengan dengan menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam penyediaan kereta angkutan barang. Melalui langkah ini, diharapkan beban jalan yang terlalu berat dapat sedikit berkurang.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Jateng Urip Sihabudin usai mendampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bertemu dengan Direktur Utama (Dirut) PT KAI Edi Sukmoro di ruang kerja Gubernur Jateng, Jumat (23/1).

Urip membeberkan, ada beberapa poin penting yang akan direalisasikan antara Pemprov Jateng bersama dengan PT KAI untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satunya adalah reaktivasi jalur kereta. Menurutnya, total ada 11 jalur kereta lama yang akan diaktifkan kembali guna mendukung angkutan barang di wilayah Jateng. ”Di antaranya jalur Tawang-Pelabuhan Tanjung Emas, Purwokerto hingga ke Wonosobo dan nanti ada lagi yang ke Bedono. Satu per satu akan kita realisasikan,” terangnya.

Poin selanjutnya, lanjut Urip, terkait penataan simpul antarmoda. Dengan simpul tersebut diharapkan dapat menyambungkan kereta dengan berbagai transportasi lainnya. Misalnya dengan bandara, terminal dan juga pelabuhan. ”Terkait dengan pelabuhan, kami juga akan kembangkan dry port (pelabuhan daratan) sehingga memungkinkan pengalihan angkutan dari darat ke kereta terjadi dengan signifikan,” imbuhnya.

Urip menambahkan, salah satu fokus pemprov yang sangat penting adalah pengalihan angkutan barang dengan intensitas tinggi dan volume besar. Misalnya semen, pasir, dan keramik. Proses pengakutan barang tersebut sangat rentan akan kerusakan bagi infrastruktur jalan. ”Sebagai contoh, di Sarang Rembang ada sekitar 100 truk pengangkut semen per harinya. Itu baru satu titik,” jelasnya.

Sementara itu, Dirut PT KAI Edi Sukmoro menyatakan siap membantu sejauh armada yang disediakan mampu mengangkut barang angkutan tersebut. Menurutnya, kereta api menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi beban angkutan di jalan secara signifikan. Oleh sebab itu, ia berharap pengembangan tersebut dapat segera direalisasikan. ”Pak Gubernur mengharapkan tidak hanya berhenti di stasiun saja, tetapi harus sampai ke tujuan. Untuk melakukan hal itu, dibutuhkan angkutan sambungan,” terang pria asli Semarang yang menggantikan Ignatius Jonan ini. (fai/ric/ce1)