Widya Kandidat Terkuat PDIP

213
Widya Kandi Susanti. (Dok/RASE)
Widya Kandi Susanti. (Dok/RASE)
Widya Kandi Susanti. (Dok/RASE)

KENDAL—Proses penjaringan bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Kendal yang digelar DPC PDIP telah berakhir. Dari 10 orang yang mengambil formulir, hanya lima yang mengembalikan formulir. Sementara dari lima yang menjadi kandidat terkuat adalah Ketua DPC PDIP Kendal, Widya Kandi Susanti.

Ketua Panitia Penjaringan Balon Bupati dan Wakil Bupati PDIP, Ahmad Suyuti mengatakan Widya yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kendal aktif menjadi satu-satunya balon Bupati dari PDIP terkuat. “Dilihat dari kesiapan, pengalaman dan serta kelengkapan administrasi saat ini hanya Widya saja yang terkuat,” katanya, Kamis (22/1).

Kelima nama tersebut terdiri dari unsur kader partai dan Kepala Desa. Dari lima yang mendaftar sebagai balon Bupati hanya dua, yakni Widya dan Lestaryono (Ketua PAC PDIP Kecamatan Weleri). Sedangkan tiga lainnya mendaftar sebagai balon Wakil Bupati. Yakni Sri Supriyati (Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPC PDIP), Bambang Utoro (Ketua Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Kendal), dan Sapawi (Ketua DPC Nasdem Kecamatan Kendal).

“Kalau balon Wakil Bupati ada dua yang kuat saat ini. Yakni Sri Supriyati dan Bambang Utoro. Karena keduanya dilihat oleh internal partai memiliki pergerakan grassroot yang sama-sama kuat ketimbang balon lainnya,” ujarnya.

Tapi meski begitu, tidak menutup kemungkinan bagi peserta penjaringan balon Bupati dan Wakil Bupati tidak memiliki kesempatan. Sebab penentuan akhir calon sah dari PDIP ada di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) setelah melalui tes wawancara dan tes tertulis maupun fit and proper test.

Saat ini, berkas lima balon yang sudah masu akan dilakukan verifikasi ulang agar tidak ada kesalahan dan kekurangan saat diusulkan ke pusat. Tahap berikutnya, baru setelah itu data balon dikirim ke DPP dan menunggu rekomendasi yang disetujui. “Verifikasi data sekaligus waktu melengkapi bagi para balon jika masih ada yang kurang, membutuhkan waktu sekitar satu minggu,” ujarnya, kemarin.

Syarat umum pendafaran sebagai balon Bupati maupun Wakil Bupati dalam penjaringan DPC PDIP secara umum seperti yang disyaratkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Yakni membuat surat pernyataan kesanggupan, loyalitas terhadap partai, siap bekerja keras, tidak sedang tesangkut dan belum pernah menjalani pidana penjara lima tahun, belum pernah menjabat bupati dua periode. Selain itu, wajib menyertakan daftar aset kekayaan pribadinya.

Kendalanya, saat ini PDIP masih menunggu keputusan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Yakni terkait apakah pemilihan Bupati satu paket dengan Wakil Bupati atau hanya memilih Bupati saja. “Jika hanya memilih Bupati saja, maka balon wakil tidak menutup kemungkinan dari tiga yang masuk saat ini,” tambahnya.

Bambang Utoro mengaku, dirinya mendaftar sebagai balon Wakil Bupati lantaran ingin berjuang bersama PDIP. “Ya saya lihat PDIP memiliki visi-misi yang bagus, jadi saya ikut mendaftar,” katanya.

Sementara, Widya Kandi Susanti menyampaikan, keinginan untuk menjadi Bupati pada periode kedua nanti merupakan upayanya dalam melanjutkan pembangunan Kabupaten Kendal. Sejumlah program masih perlu dilanjutkan pada periode mendatang. Diantaranya pembangunan infrastruktur jalan, pembangunan pelabuhan Kendal dan penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat Kendal.

“Perbaikan infrastruktur jalan masih perlu diselesaikan pada 2015 nanti. Program lain yang masih berjalan perlu dituntaskan, seperti pelabuhan Kendal yang tinggal menunggu peresmian. Selain itu juga, terkait lapangan pekerjaan kami akan mengawal proses Kawasan Industri Kendal (KIK) yang sudah dimulai pengurukannya,” tandasnya. (bud/ric)