Terpikat Jadi Tentara

167
ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG
ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG
ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG

DUNIA kemiliteran tidak asing bagi Dian Putri Puspitasari. Sebab, saat tinggal di Denpasar, Bali, rumah dara cantik kelahiran Rembang 5 April 1993 ini tak jauh dari Makodam IX/Udayana.

”Waktu di Bali, rumah saya memang dekat dengan Kodam. Jadi, sering lihat anggota TNI berlatih. Saya kagum kepada mereka. Sejak itu, saya bercita-cita menjadi seorang tentara wanita,” kata gadis yang akrab disapa Dian ini kepada Radar Semarang.

Maka begitu lulus SMA, ia pun mendaftar sebagai anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) Kodam IV/Diponegoro. Saat proses seleksi, ia mengakui tidak mudah menjadi seorang tentara. Namun ia beruntung berhasil lolos seleksi, dan kini bergabung di Penerangan Kodam (Pendam) IV/Diponegoro.

Di Pendam, Dian juga bertugas sebagai presenter Diponegoro TV, saluran TV yang belum lalu di-launching Kodam IV/Diponegoro. ”Sebelum di Pendam, saya berdinas di Jasdam atau Jasmani Kodam. Selama di Pendam saya bisa belajar broadcasting dari mentor Cakra Semarang TV,” ujarnya.

Ke depan, Dian ingin masuk Batalyon. Namun keinginannya harus diurungkan, kerena belum mendapat perintah tugas dari atasannya. Selain sebagai anggota Kowad, Dian juga nyambi kuliah di Fakultas Hukum Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Semarang semester 1. Di sela kesibukan kerja dan kuliah, ia memilih mendengarkan musik untuk mengusir rasa jenuh, dan menenangkan pikiran. Apalagi kalau sudah kangen dengan orang tuanya yang tinggal di luar kota.

”Kalau pas libur paling jogging dan main badminton. Nggak capek sih, apalagi pulang kerja saya langsung kuliah,” ucap dara berlesung pipit yang mengaku masih jomblo ini. (den/aro/ce1)