RAZIA: Petugas Polsek Ngadirejo memeriksa kelengkapan surat-surat pengendara motor. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
RAZIA: Petugas Polsek Ngadirejo memeriksa kelengkapan surat-surat pengendara motor. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
RAZIA: Petugas Polsek Ngadirejo memeriksa kelengkapan surat-surat pengendara motor. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG- Puluhan pelajar SMP-SMA terpaksa harus kembali ke rumah dengan berjalan kaki Kamis (22/1) kemarin. Pasalnya sepeda motor yang mereka kendarai disita oleh Polsek Ngadirejo yang melakukan razia.

Mereka akhirnya pulang karena tidak membawa surat-surat kelengkapan berkendara seperti STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan SIM (Surat Izin Mengemudi).

Reni, 16, salah satu pelajar SMK yang terkena razia mengakui kesalahannya mengendarai sepeda motor tanpa surat. “Iya saya harus pulang jalan kaki, sebab sepeda motor saya ditahan, alasannya karena saya tidak membawa STNK dan SIM ,” ungkap Reni.

Ia sangat kaget saat melintas di depan Polsek Ngadirejo, biasanya menurut pelajar kelas satu di salah satu SMK di Parakan ini, tidak pernah ada razia, sehingga dirinya tidak pernah membawa STNK.

“Kalau SIM memang belum punya, kan usia saya baru 16 tahun. Sebenarnya saya yang salah,”ungkapnya.
Ia mengaku terpaksa harus mengendarai sepeda motor mengingat angkutan umum tidak terlalu banyak, sehingga jika harus menunggu, pasti terlambat datang sekolah.

Sementara itu Kapolsek Ngadirejo AKP Marino mengatakan, razia kendaraan bermotor tidak hanya dilakukan pada pelajar saja, tapi untuk semua pengendara sepeda motor.

“Untuk semua, tapi kami fokuskan kepada pengguna sepeda motor di bawah usia,” terangnya usai melakukan razia Kamis kemarin.

Menurutnya, pengendara di bawah umur kondisi psikologisnya belum matang untuk mengendarai sepeda motor. Sehingga tingkat kerawanan terjadinya kecelakaan lebih tinggi dibanding dengan pengendara yang sudah berhak membuat SIM.
Ia mengatakan, untuk pelajar di bawah umur yang terjaring razia, akan dilakukan pembinaan. Pihaknya akan memangil orang tuanya untuk diberi pengertian agar anaknya tidak kembali menggunakan sepeda motor. (mg3/lis)