RSUD Kalisari Batang Kekurangan Ruangan

646
IGD PENUH : Banyak pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Batang yang ditampung di IGD lantaran kekuarangan ruangan rawat inap. (MAHFUDZ ALIMIN / RADAR SEMARANG)
IGD PENUH : Banyak pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Batang yang ditampung di IGD lantaran kekuarangan ruangan rawat inap. (MAHFUDZ ALIMIN / RADAR SEMARANG)
IGD PENUH : Banyak pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Batang yang ditampung di IGD lantaran kekuarangan ruangan rawat inap. (MAHFUDZ ALIMIN / RADAR SEMARANG)

BATANG-Kurangnya ruang rawat inap (opname) untuk pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalisari Batang, menyebabkan pasien terpaksa ditampung di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Akibatnya, Kamis (22/1) lalu, IGD penuh dengan pasien.

Salah satunya adalah Eko Irmawati, 32, yang kebingungan karena anak keduanya Muhammad Umar Ba’i, yang baru berusia 2 bulan, menderita diare. Ia sudah melarikan anaknya ke dokter spesialis, namun karena usia masih bayi, sang dokter tak sanggup menanganinya.

“Saya juga sudah membawanya ke Puskesmas, ternyata antreannya panjang. Saya panik sekali, setelah itu saya minta rujukan ke RSUD. Ternyata kehabisan ruangan, ya sudah di IGD dulu sementara ini. Yang penting anak saya tertangani,” kata Irma sambil mendampingi anaknya.

Wakil Kepala Ruang IGD di RSUD Kabupaten Batang, Nurul Ulfiana mengatakan bahwa penampungan pasien di IGD terpaksa ia lakukan. Mengingat terbatasnya ruang yang tersedia di RSUD tersebut.

“Hari ini (22/1) pasien yang baru masuk tercatat ada 17 pasien. Berhubung ruangannya habis, terpaksa kami tampung dulu di IGD. Nanti kalau ada ruangan kosong, satu per satu kami pindah ke ruangan. Kalau sampai besok belum juga ada yang kosong, berarti mereka di IGD sampai besok.” katanya.

Selama sepekan ini, penyakit yang diderita pasien, kata Ulfiana, didominasi penyakit diare dan kejang demam (Febrile Convulsion). Hal tersebut dipengaruhi oleh cuaca yang semakin memburuk yang melanda Kabupaten Batang.
“Pasien yang indent juga didominasi penderita diare dan panas kejang. Kami prediksi akan terus meningkat hingga beberapa pekan ke depan. Karena cuaca saat ini semakin memburuk, metabolisme tubuh gampang sekali terserang penyakit, terutama pada anak-anak,” jelasnya.

Dr Gleny Wening menjelaskan bahwa pergantian musim mengakibatkan anak di bawah satu tahun sangat rentan terserang diare. Namun, bukan berarti pergantian musim tersebut merupakan faktor utama penyebab wabah diare pada anak.
“Anak di bawah usia satu tahun sangat rentan sekali terserang diare dan kejang demam. Penyebab utamanya karena dehidrasi, karena orang tua tidak tahu kalau anaknya kekurangan cairan. Sebab cuaca dingin justru memicu tubuh untuk terus membuang cairan,” jelasnya. (mg12/ida)