Penahanan Tersangka Tunggu Penyidikan

128
Asep N. Mulyana. (ADITYO/RADAR SEMARANG)
Asep N. Mulyana. (ADITYO/RADAR SEMARANG)
Asep N. Mulyana. (ADITYO/RADAR SEMARANG)

KALIBANTENG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang terus melakukan pengusutan kasus dugaan penyelewengan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang tahun anggaran 2012/2013 dengan tersangka DAS (Djody Aryo Setiawan). Kemarin (22/1), 4 pengurus inti KONI Kota Semarang diperiksa sebagai saksi. Hal itu diungkapkan Kepala Kejari Semarang, Asep N. Mulyana.

”Dari hasil penyelidikan setelah mengumpulkan data dan bahan keterangan, akhirnya tim penyidik menemukan alat bukti yang cukup, sehingga menyimpulkan adanya tindak pidana korupsi dana hibah Pemkot Semarang anggaran 2012-2013,” katanya kepada Radar Semarang, Kamis (22/1).

Asep menjelaskan, dana hibah yang diterima KONI Kota Semarang sebanyak dua kali. Pada 2012 sebesar Rp 7 miliar dan pada 2013 sebesar Rp 12 miliar. Untuk dana hibah 2012 yang digunakan Rp 5 miliar, sedangkan sisanya Rp 2 miliar dikembalikan lagi ke pemkot pada Desember 2012 atau sebelum proses penyelidikan. Sementara dana hibah 2013 sebesar Rp 12 miliar, digunakan semua. ”Dalam kasus ini diperkirakan kerugian negara sekitar Rp 2 miliar,” ujar Asep.

Dia menambahkan, penyidikan kasus ini telah dimulai pada 17 November 2014, yang merupakan perpanjangan dari surat perintah penyidikan sebelumnya. Adapun surat perintah penyelidikan bernomor Print-4553/0.3.10/fd.1/11/2014. Sedangkan surat perintah penyidikan bernomor 92/O.3.10/ Fd.1/01/2015 tertanggal 12 Januari 2015.

”Pada prinsipnya tim penyelidik saat itu memeriksa semua pengeluaran dan penerimaan dana, bukan untuk Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Porprov) Jateng saja, tapi juga untuk seluruh cabang-cabang organisasi yang ada di tubuh KONI Kota Semarang, semuanya sudah diperiksa,” ungkapnya.

Asep menyebutkan, atas dasar penyelidikan itu, tim penyidik menemukan adanya dugaan korupsi dana hibah. ”Setelah itu diekspose di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada 7 Januari 2015, seminggu setelah itu kita ekspose atau gelar perkara lagi,” ujarnya.

Untuk tersangka lain, menurut Asep, tergantung dari hasil penyidikan. ”Saat ini tim penyidik baru menetapkan dan menyimpulkan satu tersangka berinisial DAS,” tutur Asep.

Ketua Tim Penyidik Kejari Kota Semarang, Evan Satria, mengatakan, untuk mengusut kasus tersebut, pihaknya sudah melakukan penyidikan dengan memanggil saksi-saksi. ”Ada 16 saksi dari pengurus KONI dan dinas terkait yang sudah diperiksa,” katanya

Ditanya soal penahanan tersangka, pihaknya masih melihat proses penyidikan. ”Nanti saja melihat proses dan hasil penyidikan, tidak boleh berandai-andai, semua penyidikan akan kami dalami dulu. Apa pun perkaranya, tidak ada skala prioritas, semua berjalan sesuai SOP yang ada, bekerja secara profesional, perkara itu sama semua,” ujarnya.

Dari data yang ada, KONI Kota mendapatkan dana dari APBD Perubahan 2012 sebesar Rp 7,964 miliar. Pada 2013, KONI kembali mendapat kucuran Rp 12 miliar dari APBD Kota. Penggunaan dana itu, antara lain untuk persiapan Porprov Jateng di Banyumas. Guna menyambut event tersebut, KONI mengucurkan dana Rp 12 miliar untuk 42 cabang olahraga. (mg21/aro/ce1)