KERJASAMA: Sejumlah pengurus yayasan LBPP LIA saat menggelar audiensi bersama Wali Kota Semarang, di ruang VIP Balai Kota Semarang, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)
KERJASAMA: Sejumlah pengurus yayasan LBPP LIA saat menggelar audiensi bersama Wali Kota Semarang, di ruang VIP Balai Kota Semarang, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)
KERJASAMA: Sejumlah pengurus yayasan LBPP LIA saat menggelar audiensi bersama Wali Kota Semarang, di ruang VIP Balai Kota Semarang, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional (LBPP) LIA mengajak Pemkot Semarang membuat program bersama untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, terutama menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Untuk mewujudkan kerjasama tersebut, kemarin (22/1), ketua pengurus yayasan LIA Mayjend TNI (purn.) Drs Hendardji Soepandji SH, beserta jajarannya beraudiensi dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, di ruang VIP Balai Kota. “Kami ingin menjalin kerjasama dengan Pemkot Semarang dalam hal pembelajaran Bahasa Inggris untuk menghadapi MEA,” terang Ketua Cabang LIA Semarang Candi, Bambang Sulistyo, kemarin.

Sementara itu Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta seluruh pihak untuk dapat berfikir taktis menghadapi MEA yang mulai terlaksana di tahun 2015 ini. “Tak bisa ditawar lagi, tahun ini kita memasuki MEA. Oleh karenanya, mari berpikir taktis untuk kota ini. Seluruh masyarakat harus memiliki daya saing, seluruh masyarakat harus memiliki daya dukung,” ungkap wali kota.

Dari hasil audiensi dengan LBPP LIA, Hendi, sapaan akrab wali kota, menyatakan, akan ada rencana MoU untuk peningkatan bahasa asing, khususnya untuk para pegawai pemkot. “Kita akan mulai dari Bahasa Inggris untuk pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah),” terangnya.

Selain menggelar audiensi dengan wali kota, LBPP LIA juga menggelar rapat rutin yang diikuti semua cabang se-Jabodetabe, Semarang, Solo, Purwokerto, dan Lampung, di Hotel Santika Premiere. Hendardji Soepandji menjelaskan, pertemuan rutin kepala cabang LBPP LIA ini bertujuan untuk merumuskan rencana-rencana strategis dan realistis. “Pertemuan ini juga bertujuan untuk mengakomodasi permasalahan sehingga bisa segera dicarikan solusi yang tepat,” katanya.

LIA akan memberikan sumbangsih besar untuk peningkatan sumber daya manusia di Indonesia dengan peningkatan kemampuan berbahasa asing. Dengan begitu Indonesia akan mampu bersaing dengan negara-negara ASEAN dan Asia dalam persaingan global. “LIA akan memberikan sumbangsih besar untuk mendidik generrasi emas. Dalam waktu dekat, kita akan terus meningkatkan jumlah siswa, memberikan pembekalan Bahasa Inggris dan bahasa asing lain (Mandarin, Jepang, Arab), karena saat ini sudah masuk ke era MEA dan Indonesia akan bersaing ketat dengan negara-negara lain dalam memasuki kancah internasional,” tandasnya. (zal/smu)