BRINGIN—Pembangunan infrastruktur Desa Rembes, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang tahun 2014, menelan dana Rp 3 miliar. Namun, setengah dana pembangunan tersebut berasal dari swadaya warga. Karena itulah, Desa Rembes didapuk mewakili Kabupaten Semarang dalam program evaluasi bantuan keuangan kepada pemerintah desa tahun 2014, berhadiah Rp 1 miliar, yang diadakan oleh Pemprov Jateng.

Dalam kegiatan penilaian kemarin (22/1), Bupati Semarang, Mundjirin berharap para kepala desa bisa menjaga infastruktur yang telah diberikan oleh Pemkab maupun Pemprov Jateng. Lebih bagus lagi bisa menambah dan memperbaiki infrastruktur dengan bantuan swadaya warga.

“Kepala desa harus bisa berinovasi dan menggerakkan warga. Agar keadaan infrastruktur yang telah dibangun dan dibenahi bisa dipertahankan. Pemkab tidak mungkin meninjau langsung, karena terkendala jarak dan waktu. Tapi jika ada masalah terkait keluhan warga, kami akan segera meninjau,” tutur bupati.

Keterangan yang diperoleh dari Balai Desa Rembes, bantuan dari pemerintah sebesar Rp 100 juta dapat berkembang menjadi Rp 403 juta dengan bantuan swadaya warga. Maka pengajuan yang sebelumnya hanya 900 meter, bisa bertambah menjadi 120 meter. Bahkan 3 titik bisa terbangun. Dengan rincian, 1 proyek jalan di Dusun Gimbal dan 2 talud jalan di Kandangan dan Belu.

Kepala Desa Rembes Nur Arifah mengatakan jika penambahan proyek dengan bantauan swadaya sangat membantu pekerjaan kelurahan. Pasalnya, jika hanya kelurahan, pembangunan jalan sepanjang 1 kilometer tidak mungkin dilakukan dalam waktu 1 bulan.

“Pembangunan jalan warga di Desa Rembes dilakukan saat bulan puasa lalu. Setiap hari ada delapan puluh warga yang ikut membangun sehabis isya’ hingga subuh. Konsumsi juga banyak dari warga yang menyumbang. Sehingga tugas kepala desa semakin ringan,” terangnya.

Siti Asiyah, Ketua tim juri yang juga Kasubid Pengembangan Kapasitas Desa/Kelurahan dan Kelembagaan Masyarakat Provinsi Jateng menuturkan bahwa penilaian evaluasi penggunakan dana bantuan terbaik, meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengembangan swadaya masyarakat. Fokus bantuan ini adalah infrastuktur jalan, agar perekonomian warga meningkat. “Secara keseluruhan pembangunan, swadaya dan administrasi Desa Rembes, bagus. Hanya saja untuk warga yang mewakafkan tanah untuk pembangunan jalan, perlu segera disertifikatkan. Ditakutkan nanti ahli waris yang tidak tahu, bisa menuntut tanah wakaf orang tuanya tersebut,” katanya. (mg21/ida)