Dana Rp 5,6 M Nyantol di Eks Dewan

165
Yeni Andriyani. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
Yeni Andriyani. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
Yeni Andriyani. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal melakukan perburuan terhadap 30 mantan anggota DPRD Kendal periode 1999-2004, dan 3 anggota DPRD aktif saat ini. Sebab, ke-33 orang tersebut masih terlilit uang pengembalian kerugian negara kasus korupsi dana asuransi fiktif anggota DPRD Kendal periode 1999-2004.

Kepala Kejari Kendal Yeni Andriyani mengatakan, sebanyak 43 anggota DPRD Kendal periode 1999-2004 menerima pencarian dana asuransi jiwa masing-masing sebesar Rp 100 juta. Belakangan diketahui bagi-bagi uang asuransi jiwa tersebut dinilai sebagai bentuk korupsi, hingga Pengadilan Tipikor memutuskan uang tersebut harus dikembalikan ke kas negara.

Jumlah dana yang menjadi beban seluruh anggota DPRD periode 1999-2004 sebesar Rp 5,8 miliar. Sejak Desember 2014 hingga kini, sudah Rp 210,5 juta yang ditarik Kejari Kendal dari eks anggota dewan. Sehingga masih sekitar Rp 5,6 miliar yang belum dikembalikan. ”Rata-rata (mantan dewan) hanya bisa mengangsur saja, jadi belum lunas seluruhnya,” ujar Yeni, Kamis (22/1).

Dari data yang dimiliki kejari, dari 43 tersebut, 7 di antaranya telah meninggal dunia, 3 lainnya tidak diketahui keberadaannya lantaran pindah data kependudukan ke luar daerah. ”Jadi, yang berhasil kami ketahui keberadaannya 33 orang, di mana tiga di antaranya masih aktif di DPRD sekarang ini. Dari 33 orang tersebut, kami sudah berhasil menarik Rp 210,5 juta,” katanya.

Sementara yang sudah meninggal, lanjut Yeni, saat ini kejari masih berupaya agar tetap dilunasi melalui ahli warisnya. Jika tidak, maka kejari akan berupaya melakukan penyitaan ataupun upaya gugatan perdata ke muka pengadilan. ”Sedangkan yang sudah mengangsur kami uapayakan agar segera dilunasi,” tambahnya.

Dijelaskan, dasar penarikan uang tersebut merupakan tindak lanjut dari surat kuasa yang diberikan oleh tim tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi (TPTGR) yang diketuai Sekda Kendal Bambang Dwiyono. ”Kami minta bantuan kejari sebagai jaksa pengacara negara untuk menagih dana ansuransi fiktif tersebut,” jelasnya.

Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Kendal, Avi Yuanto, mengatakan, pihaknya masih berupaya menelusuri tiga mantan dewan yang sudah pindah domisili. ”Kami sudah melakukan pencarian, hasilnya sudah ketemu dan nantinya akan segera kami kirimkan surat pemanggilan,’ katanya.

Sedangkan tujuh mantan dewan yang sudah meninggal, lanjut dia, akan ditagih lewat ahli warisnya. Saat ini, diakui, pihaknya sudah berupaya menemui ahli warisnya. ”Para ahli waris menyatakan bersedia mengembalikan dana tersebut. Ahli warisnya juga bersedia mengangsur dan membuat surat pernyataan untuk mengembalikan dana itu,” jelasnya. (bud/aro/ce1)