Awas, Pencuri Bermodus Jual Stiker Keliling

205
LENGAH: Tersangka Parto Legowo menunjukkan stiker yang digunakan sebagai modus untuk mencuri. (Abdul Mugis/Radar Semarang)
LENGAH: Tersangka Parto Legowo menunjukkan stiker yang digunakan sebagai modus untuk mencuri. (Abdul Mugis/Radar Semarang)
LENGAH: Tersangka Parto Legowo menunjukkan stiker yang digunakan sebagai modus untuk mencuri. (Abdul Mugis/Radar Semarang)

BANYUMANIK – Berhati-hatilah jika menaruh barang berharga di rumah, seperti halnya handphone maupun dompet. Karena bisa menarik perhatian orang jahat. Seperti modus yang dijalankan seorang penjual stiker keliling bernama Parto Legowo, 49, ini. Awalnya menawarkan stiker Timnas Sepakbola Indonesia ke rumah-rumah, namun ketika pemilik lengah, tersangka langsung menguras barang berharga yang ada di dalam rumah.

Setelah sepuluh kali berhasil menjalankan aksinya, warga Lamper Tengah XII RT 02 RW 8, Kelurahan Lamper Tengah, Kecamatan Semarang Selatan, itu, berhasil dibekuk tim Reskrim Polsek Banyumanik.

Di hadapan petugas dia mengaku, awalnya berpura-pura menawarkan stiker timnas sepak bola yang telah ia bawa. Namun jika penghuni rumah tidak ada, dia langsung masuk dan mencari barang berharga. ”Saya menjual stiker ke rumah-rumah. Kalau ada penghuninya, saya menawarkan stiker. Kalau penghuni rumah sepi, langsung masuk rumah nyari handphone. Sepuluh tempat itu ada di wilayah Banyumanik dan Tembalang,” ujar tersangka Parto, saat gelar perkara di Mapolsek Banyumanik, Kamis (22/1) siang.

Sejauh ini, barang yang paling banyak dicuri adalah handphone. Sebab, biasanya barang tersebut rentan tergeletak di meja rumah korban. ”Rata-rata saya beraksi di rumah kos. Usai ambil barang, kemudian saya masukkan ke dalam saku,” katanya.

Terakhir, dia beraksi di rumah kos yang terletak di Jalan Tirto Husodo Barat No 31 RT 2 RW 3, Padalangan, Banyumanik, Semarang, pada Sabtu (17/1) sekitar pukul 07.05. Parto yang merupakan residivis kasus pencurian ini mengaku telah beraksi sejak setahun, mulai awal 2014 silam. ”Saya beraksi sendirian. Uang hasil penjualan barang curian saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” imbuhnya.

Kapolsek Banyumanik Kompol Kristanto Budi Nur Setiya mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap pelaku kejahatan dengan modus jual stiker seperti ini. ”Tersangka mencari kelengahan korban. Berdasarkan pengakuannya, telah 10 kali beraksi sejak 2014,” katanya.

Pihaknya berhasil menyita barang bukti berupa satu buah ponsel hasil curian, merek Samsung Galaxy Core 2 warna putih, satu unit sepeda motor Yamaha Mio tahun 2013 H 4451 AHG. ”Selain itu, kami juga menyita empat jenis stiker, berisi dukungan timnas,” katanya. Tersangka saat ini telah mendekam di sel tahanan Mapolsek Banyumanik dan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun. (amu/zal/ce1)