Swasembada Pangan, Pemkab Dikucuri Anggaran Rp 3,2 M

204
BERSEMANGAT : Bupati Amat Antono terlihat bersemangat ketika meletakkan batu pertama pembangunan irigasi di Desa Nyamok Kecamatan Kajen, Selasa (20/1) kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)
BERSEMANGAT : Bupati Amat Antono terlihat bersemangat ketika meletakkan batu pertama pembangunan irigasi di Desa Nyamok Kecamatan Kajen, Selasa (20/1) kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)
BERSEMANGAT : Bupati Amat Antono terlihat bersemangat ketika meletakkan batu pertama pembangunan irigasi di Desa Nyamok Kecamatan Kajen, Selasa (20/1) kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)

KAJEN-Kabupaten Pekalongan mendapat kucuran dana Rp 3,2 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi irigrasi. Dana bantuan sosial dari Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementrian Pertanian tersebut bakal dialokasikan untuk dua kegiatan. Yakni pengembangan jaringan irigasi untuk 23 kelompok tani senilai Rp 2 miliar dan Rp 1,2 miliar untuk optimalisasi lahan seluas 1000 hektare.

Menandai itu, peletakan batu pertama Pencanangan Gerakan Perbaikan Irigasi di Desa Nyamok Kecamatan Kajen dilakukan oleh Bupati Pekalongan, Amat Antono, Selasa (20/1) kemarin. Di lokasi tersebut, akan dibangun jaringan irigasi Kelompok Tani Sumber Dua.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Pekalongan, Sumarno mengatakan bahwa Desa Nyamok mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 85 juta yang disalurkan kepada kelompok tani untuk perbaikan jaringan irigasi sepanjang 284 meter.

“Pembangunan itu dibiayai oleh bantuan sosial dari pusat. Juga dengan TNI Angkatan Darat (AD) yang bertindak sebagai pengawas kegiatan di lapangan,” ungkapnya, kemarin.

Sumarno memaparkan, irigasi merupakan faktor penting dalam proses usaha tani. Bahkan, sangat menentukan ketersediaan air yang berdampak langsung terhadap kualitas dan kuantitas tanaman pangan, khususnya padi, jagung, dan kedelai. “Ini merupakan bentuk dukungan program kerja Presiden RI dalam rangka mewujudkan swasembada pangan pada 2017,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Amat Antono mengatakan bahwa pengelolaan pangan sangat penting untuk mewujudkan cita-cita pemerintah tersebut. Jika tidak, maka manfaat bagi kesejahteraan masyarakat pun hanya lamunan. “Semua pihak berperan dalam keberhasilan program tersebut. Terlebih kelompok tani,” imbuhnya.

Di antara pengelolaan itu, kata Antono, adalah menentukan titik saluran air yang tepat. Tentunya, tidak lepas adanya pengawasan yang baik oleh TNI AD. “Tujuan program ini sangat mulia. Oleh karena itu, program ini harus sukses,” pungkasnya. (hil/ida)